Review Film Resident Evil: Death Island (2023)

Resident Evil: Death Island
Genre
  • aksi
  • animasi
  • horor
Actors
  • Kevin Dorman
  • Matthew Mercer
  • Nicole Tompkins
  • Stephanie Panisello
Director
  • Eiichiro Hasumi
Release Date
  • 14 July 2023
Rating
2 / 5

*Spoiler Alert: Review film Resident Evil: Death Island mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Kamu yang suka main game pastinya tahu Resident Evil. Enggak hanya sukses menjadi game favorit gamer selama puluhan tahun, kisah Resident Evil juga berkembang ke dunia film, baik dalam bentuk live action dan animasi. Setelah ada tiga film animasi Resident Evil, TMS Enstertainment merilis film animasi keempatnya, yang diberi judul Resident Evil: Death Island.

Death Island akhirnya mempertemukan semua karakter favorit penggemar dalam satu film, di antaranya Leon S. Kennedy, Chris Redfield, Claire Redfield, dan Jill Valentine. Film ini digarap oleh Eiichiro Hasumi, sosok yang juga menyutradarai serial animasi Resident Evil: Infinite Darkness. Para pengisi suara Death Island, di antaranya Kevin Dorman, Matthew Mercer, Nicole Tompkins, dan Stephanie Panisello.

Resident Evil: Death Island berkisah tentang Chris, Claire, dan Jill yang sedang menyelidiki wabah zombi di San Francisco. Menariknya, orang yang terkena wabah punya saat kesamaan, yaitu mereka pernah mengunjungi pulau Alcatraz. Chris, Claire, dan Jill kemudian pergi ke Alcatraz untuk menyari sumber masalahnya dan di sana bertemu dengan Leon yang memiliki misi berbeda.

Review film Resident Evil: Death Island

Film yang hanya bisa dinikmati oleh penggemar berat gamenya

Review film Resident Evil: Death Island
Review film Resident Evil: Death Island Via Istimewa.

Hampir semua karakter utama Resident Evil favorit penggemar, kecuali Jill Valentine, telah muncul di tiga film animasi Resident Evil sebelumnya. Leon S. Kennedy bahkan jadi satu-satunya karakter Resident Evil yang muncul di semua seri film animasi ini. Kabar baik buat penggemar, Death Island akhirnya mempertemukan empat karakter Resident Evil favorit dalam satu film, di antaranya Leon, Jill, Chris, Redfield, dan Claire Redfiled.

Mempertemukan Leon, Jill, Chris, dan Claire dalam satu film sudah jelas menjadi fan service terbesar dari Death Island. Ditambah lagi, keempat karakter tersebut menciptakan interaksi harmonis serta kolaborasi aksi yang pastinya bikin penggemarnya bersorak. Namun di luar fan service-nya, Death Island bukanlah film yang ramah bagi orang yang awam dengan game Resident Evil, apalagi film ini menghadirkan pembangunan plot yang begitu lemah.

Faktor terbesar yang membuat penceritaan Death Island jadi tidak maksimal adalah durasinya filmnya yang terbilang singkat, yaitu 1 jam 27 menit. Faktanya, sih, semua film animasi Resident Evil memang punya durasi yang cukup pendek. Itulah sebabnya, semua film animasi Resident Evil punya masalah yang sama, yaitu transisi alur cerita yang terasa patah-patah karena keseluruhan ceritanya harus muat dalam durasi yang film yang begitu singkat.

Saking padatnya, ada cukup banyak momen yang tidak ada penjelasan khusus tentang bagaimana karakter bisa tiba di suatu tempat atau bagaimana dia bisa mendapatkan sesuatu. Belum lagi plot armor para karakter utama juga begitu kuat. Entah memang mau jadi ciri khas atau memang kehabisan ide, konsep motif villain dan final battle Death Island juga mirip dengan tiga film animasi Resident Evil sebelumnya.

Gabungan dari durasi yang singkat, proses penceritaan yang patah-patah, plot armor karakter yang begitu kuat, dan proses menuju final battle yang gitu-gitu saja membuat saya merasa Death Island seperti menonton kumpulan cutscene game. Penggemar gamenya mungkin tidak ada masalah menonton Death Island karena menikmati fan service-nya, tetapi orang yang bukan penggemar gamenya sudah pasti dibuat terheran-heran dengan cerita film ini.

Jill Valentine jadi bintang utama di Death Island

Review film Resident Evil: Death Island
Review film Resident Evil: Death Island Via Istimewa.

Death Island bisa dibilang sebagai debut Jill Vanlentine di film animasi. Mungkin itulah alasannya mengapa Jill dibuat sebagai karakter yang paling disorot di film ini. Semua karakter utama memang mendapatkan porsi yang pas. Namun, peran serta pembangunan karakternya Jill mendapatkan sorotan lebih banyak dari Leon, Chris, dan Claire. Kamu yang ngaku penggemar Jill jelas enggak bisa melewatkan Death Island.

Dari film animasi Resident Evil pertama hingga Death Island, animasi untuk ekspresi wajah para karakter masih tetap terlihat kaku. Namun, hal tersebut bisa tertutupi dengan kualitas akting suara dari para pengisi suaranya. Menurut saya, semua pengisi suara yang membintangi Death Island berhasil memberikan kemampuan terbaik mereka untuk film ini, sehingga kamu masih bisa memaafkan kekakuan ekspresi wajah karakternya.

Kualitas animasi yang terus meningkat dan sajian aksi yang maksimal

Review film Resident Evil: Death Island
Review film Resident Evil: Death Island Via Istimewa.

Di luar ekspresi wajah karakter yang masih kaku, enggak bisa dimungkiri bahwa kualitas animasi Death Island jelas ada peningkatan besar dari film animasi Resident Evil sebelumnya. Pergerakan karakternya semakin halus dan detail dari setiap monster juga terlihat semakin menyeramkan. Berhubung pergerakan karakternya semakin halus, sajian aksi yang ditampilkan Death Island dijamin memuaskan.

Seperti yang telah saya jelaskan di atas, Death Island menampilkan kolaborasi Leon, Jill, Chris, dan Claire. Nah, kamu bisa melihat bagaimana kerennya ketika keempat karakter tersebut bekerja sama dalam melawan para monster. Mereka beraksi dibumbui dengan berbagai efek dramatis yang membuat pertarungannya semakin menegangkan. Bos akhir yang ada di final battle juga menjadi bos yang paling seram dibandingkan tiga film animasi Resident Evil sebelumnya.

***

Kolaborasi Leon, Jill, Chris, dan Claire jelas menjadi nilai jual terbesar Resident Evil: Death Island bagi penggemar gamenya. Namun sebagai film fan service, jangan harap kamu bakal mendapatkan plot yang kuat di Death Island. Apalagi, motif villain dan proses menuju final battle Death Island juga memiliki pola yang sama dengan tiga film animasi Resident Evil sebelumnya, sehingga menciptakan sensasi seperti menonton kumpulan cutscene game.

Setelah baca review film Resident Evil: Death Island, apakah kamu jadi tertarik menonton film animasi ini? Buat yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.