Review Film Detektif Jaga Jarak (2023)

Detektif Jaga Jarak
Genre
  • komedi
Actors
  • Bima Sena
  • Givina Lukita
  • Hana Malasan
  • Marthino Lio
Director
  • Rahabi Mandra
Release Date
  • 01 June 2023
Rating
4 / 5

*Spoiler Alert: Review film Detektif Jaga Jarak mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Selama setahun belakangan, kamu pastinya setuju bahwa industri perfilman Indonesia didominasi oleh film horor. Di tengah invasi film horor Indonesia, Seven Sunday Films dan Temata Studios merilis film komedi terbaru, yang diberi judul Detektif Jaga Jarak. Sebelum dirilis pada 1 Juni 2023, film ini awalnya direncanakan rilis pada Februari 2022.

Detektif Jaga Jarak digarap oleh Rahabi Mandra, sosok yang juga menyutradarai Kadet 1947 (2021) dan 2014: Siapa di Atas Presiden? (2015). Menariknya lagi, film ini dibintangi pemenang “Aktor Terbaik” Festival Film Indonesia 2022, yaitu Marthino Lio. Selain Marthino, film ini juga dimeriahkan oleh Bimasena Prisai Susilo, Hana Malasan, Givina Lukitadewi, dan aktor lainnya.

Detektif Jaga Jarak berkisah tentang Almond Surendra, konsultan pernikahan yang kariernya hancur saat pandemi. Di sisi lain, Almond juga didesak oleh orang tua pacarnya untuk segera menikahi anak mereka. Pada suatu hari, Almond bertemu seorang anak jalanan, bernama Takdir, yang menjadi mata-mata untuk kasus perselingkuhan. Tergiur dengan penghasilannya Takdir, Almond akhirnya memutuskan untuk menjadi detektif perselingkuhan.

Review film Detektif Jaga Jarak

Angkat fenomena perselingkuhan di tengah pandemi dengan cerita yang ringan dan menyenangkan

Review film Detektif Jaga Jarak
Review film Detektif Jaga Jarak Via Istimewa.

Sebelum menonton filmnya, saya sempat menduga bahwa Detektif Jaga Jarak bakal berlatar waktu di tengah pandemi karena adanya kata “jaga jarak” pada filmnya. Dugaan saya ternyata benar! Film ini mengambil sisi lain dari pandemi, yaitu tingginya kasus perselingkuhan yang marak terjadi di tengah pandemi. Yang bikin menarik, tema perselingkuhan di film ini dikemas dalam cerita komedi yang jelas lebih mengena ke semua kalangan.

Komedi yang dimaksud di sini bukanlah membuat masalah perselingkuhan menjadi sesuatu yang lucu. Namun, kita diperlihatkan berbagai kejadian lucu yang dialami Almond selama dia beraksi sebagai detektif perselingkuhan bersama Takdir. Apalagi selama dia menjalankan aksinya, Almond dan Takdir harus berhati-hati dengan Citra, seorang polwan yang bertugas menyelidiki laporan tentang penguntitan yang dilakukan detektif misterius.

Jujur saja sebelum menonton, saya sempat skeptis dengan komedi yang akan ditampilkan film ini. Itulah sebabnya, saya cukup terkejut ketika saya benar-benar menikmati film ini dari awal hingga akhir. Komedinya sama sekali enggak lebai dan enggak maksa. Walau ada beberapa momen Almond terlalu mendramatisasi secara ekspresi, saya sama sekali tidak merasa cringe, malahan berhasil dibikin ngakak pada momen tersebut.

Walau secara garis besar mengangkat tema perselingkuhan, Detektif Jaga Jarak juga mengangkat permasalahan lain yang lebih relate bagi banyak orang, di antaranya kesulitan mencari kerja di tengah pandemi, usaha dalam meyakinkan calon mertua, hingga persaudaraan. Dengan naskah yang matang, permasalahan tersebut mampu membuat penonton bersimpati kepada Almond. Tidak lupa film ini juga ditutup dengan momen heartwarming yang terasa memuaskan.

Hebatnya aktor cilik Bimasena yang aktingnya mampu menyeimbangkan Marthino Lio

Review film Detektif Jaga Jarak
Review film Detektif Jaga Jarak

Melihat filmografi serta prestasi yang didapatkan Marthino Lio, tentu saja enggak mengherankan jika dia berakting dengan sangat baik sebagai Almond di Detektif Jaga Jarak. Setiap momen komedi yang melibatkan Almond selalu di-deliver dengan baik oleh Marthino. Didukung dengan naskah yang matang, Marthino membuat Almond menjadi karakter yang likeable. Chemistry Marthino dengan Bimasena juga yang paling mencuri perhatian di film ini.

Di antara semua aktor yang membintangi Detektif Jaga Jarak, saya benar-benar dibuat terpincut dengan penampilan Bimasena yang berperan sebagai Takdir. Walau jauh lebih muda, kemampuan akting Bimasena sama sekali enggak kalah dengan rekannya di Detektif Jaga Jarak yang jelas lebih senior secara umur dan pengalaman.

Enggak main-main, Bimasena juga diduetkan dengan Marthino sebagai detektif perselingkuhan di film ini. Hebatnya lagi, performa Bimasena mampu menyeimbangi Marthino. Interaksi keduanya terasa begitu natural dan mengalir, tidak terasa seperti berakting. Saya seperti melihat dua orang yang sudah berteman lama yang sedang berinteraksi di kehidupan nyata, saat melihat penampilannya Marthino dan Bimasena.

Visual dan scoring simpel yang tetap menyenangkan untuk dinikmati

Review film Detektif Jaga Jarak
Review film Detektif Jaga Jarak Via Istimewa.

Jika ngomongin sisi visual dan scoring di film ini, bisa dibilang enggak ada yang terlalu spesial. Bukan berarti jelek, tetapi visual dan scoring film ini dihadirkan dengan cara yang simpel sehingga tidak ada yang terlalu menonjol. Namun, hal tersebut sama sekali bukan masalah bagi saya karena saya sudah keburu hanyut dengan ceritanya yang menyenangkan. Lagi pula, kesimpelan dalam visual dan scoring-nya sama sekali tidak mengganggu pengalaman saya dalam menonton filmnya.

***

Detektif Jaga Jarak seakan menjadi angin segar di tengah banyaknya film Indonesia bergenre horor pada saat ini. Walau bertema perselingkuhan, film ini disajikan dengan cerita yang ringan, menyenangkan, tetapi enggak melupakan pesan pentingnya. Film ini jadi semakin menyenangkan berkat duet Marthio Lio dan Bimasena yang begitu cair dan terasa natural setiap mereka berinteraksi.

Setelah baca review film Detektif Jaga Jarak, apakah kamu jadi tertarik menonton film komedi ini? Buat yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.