Siapa Itu Indiana Jones, Sang Arkeolog yang Manusiawi?

Sudah muncul sejak tahun 1981, tentu banyak orang yang takjub tentang bagaimana film Indiana Jones masih dikenal dan dirilis hingga saat ini. Waktu lebih dari empat puluh dekade adalah sesuatu yang fantastis bagi waralaba.

Sebetulnya, Indiana Jones punya premis yang biasa saja, yakni tentang seorang arkeolog dalam petualangannya menjelajahi dunia lama dan menemukan artefak-artefak kuno yang ternyata memiliki kekuatan. Namun, penggambaran sosok heroik Indiana Jones-lah yang membuat waralaba ini kuat dan berkesan. Nah, buat kamu yang penasaran kenapa Indiana Jones bisa menarik banyak orang, kenalan dengan dia di sini, yuk!

Arkeolog yang enggak cuma modal nekat

Via Istimewa

Indiana Jones, lahir dengan nama asli Henry Walton Jones, Jr. pada  Juli 1899, bukanlah petualang yang sekadar modal nekat saja. Pembangunan karakternya sebagai sosok yang lekat dengan dunia arkeologi sangat kuat. Ayahnya, Henry Walton Jones Sr., juga seorang arkeolog dan dosen yang sangat devote terhadap pekerjaannya, sehingga hal itu memengaruhi preferensinya di usia dewasa, walaupun ia sendiri punya hubungan yang renggang dengan ayahnya karena obsesi ayahnya terhadap dunia arkeologi.

Indiana Jones, dalam film dan novel, digambarkan cukup dekat dan sayang dengan sang ibu, Anna Mary Jones. Anna Mary sendiri banyak menghabiskan waktu tanpa sang suami dan pada saat sakit, ia pun sengaja enggak bercerita kepada sang suami agar suaminya enggak khawatir. Namun, penyakit inilah yang kemudian membuatnya meninggal dunia di usia 34 tahun.

Via Istimewa

Anna Mary dan Henry Walton Jones, Sr., memberikan anjing malamute Alaska bernama Indiana kepada Henry Walton Jones, Jr. Nama ini kemudian menjadi nama panggilan Henry karena rasa sayangnya kepada anjing tersebut. 

Indiana merasa lebih dekat kepada anjingnya ketimbang ayahnya sendiri. Kedekatan ini sebetulnya membangun keberanian dan juga cara Indiana menyelesaikan masalah. Selama ayah dan ibunya bepergian selama dua tahun untuk mengajar di berbagai tempat, Indiana Jones dan anjingnya tetap di Amerika Serikat, melakukan banyak eksperimen dan petualangan. Bahkan, ia pernah bikin kerusakan di rumah karena eksperimen mengirimkan anjingnya ke bulan.

Via Istimewa

Setelah Anna Mary meninggal dunia, Henry Sr., Indiana dan anjingnya pindah ke Utah pada tahun 1912. Sayangnya, empat tahun kemudian, sang anjing meninggal, menyisakan rasa kesepian pada Indiana. Apalagi, anjingnya adalah sosok yang kerap menyelamatkannya dari ular, sesuatu yang sangat ditakuti Indiana Jones.

I had a dog when I was a kid and I never got over it when he died. He was my best friend.

Perang pertana dan pendidikan formal

Setelah kematian sang ibu, Indiana Jones sebetulnya keluar dari sekolah, ikut Revolusi Meksiko dan juga masuk ke angkatan, ke dunia spionase selama dua tahun. Setelahnya, Indiana Jones mendaftarkan diri ke Universitas Chicago, di mana ia diajar oleh Profesor Abner Ravenwood. Abner Ravenwood sendiri memiliki anak perempuan bernama Marion Ravenwood, yang kemudian dipacari oleh Indiana Jones pada tahun 1925. Hubungan mereka ini bikin relasi Abner-Indiana menjadi renggang. Namun, hubungan ini enggak berlangsung lama karena pada tahun 1926, Indiana pindah ke London untuk mengajar dan di sana ia bertemu dengan Deirdre, seseorang yang nantinya menjadi istrinya. Pernikahan itu enggak berlangsung lama karena enggak sampai setahun, Deirdre meninggal karena kecelakaan pesawat.

Setelah berbagai petualangannya dalam mendapatkan Crystal Skull of Cozan sampai Temple of Doom, mungkin Indiana Jones sedikit meninggalkan keinginan tiada batasnya untuk bereksperimen dan mengajar di Marshal College. Tentu ia cukup kompeten untuk mengajar, mengingat ia adalah lulusan arkeologi sekaligus pernah menjadi guru muda arkeologi di London.

Indiana Jones and The Temple of Doom, walaupun masuk ke dalam installment kedua, tetapi adalah prekuel dari Indiana Jones and the Raiders of the Lost Ark. Di sana, Indiana Jones bertemu dengan kultus mengerikan di area Himalaya-India, setelah ia kabur dari bos mafia Shanghai yang sebelumnya menyewanya. 

Awal dari petualangan kembali dan hubungan dengan NAZI

Indiana Jones memang enggak ditakdirkan untuk diam, atau pilihan hidup yang mungkin memang selalu mendekati masalah. Sudah tenang menjadi dosen di Amerika Serikat, tiba-tiba Indiana Jones didatangi oleh agen rahasia pemerintahan Amerika Serikat untuk menemukan Ark of the Covenant, peti pembawa kematian, karena peti itu diincar oleh NAZI. Petualangan ini membawa kebencian mendalam Indiana Jones pada NAZI dan sebaliknya, sekaligus awal dari urusan berkepanjangannya dengan NAZI bahkan setelah Hitler meninggal dunia kelak.

Via Indiana Jones dan Ayahnya Melawan NAZI

Petualangan ini yang semakin meneguhkan kepercayaan Indiana Jones bahwa “ada banyak hal di luar sana yang udah ia temui dan enggak bisa dinalar dengan otak”. Ini juga yang kelak ia katakan pada Helena Shaw (Indiana Jones and the Dial of the Destiny), anak baptisnya, mengenai bahwa sebuah barang bisa saja lebih dari sekadar artefak, tetapi memiliki kesaktian khusus. 

Pada petualangan selanjutnya dalam Indiana Jones and The Last Crusade, Indiana juga enggak dibiarkan hidup tenang dan lagi-lagi, harus berurusan dengan NAZI. Pada masa itu, NAZI memang sangat gemar mengumpulkan artefak dan seni berharga, sehingga enggak mengherankan jika arkeolog sekaligus dosen arkeologi sekaliber Indiana Jones harus terus-menerus berurusan dengan mereka. 

Dalam installment ini, ada banyak hal yang kemudian membuat Indiana “tumbuh”. Misinya kali ini bukan hanya menemukan cawan, tetapi juga menyelamatkan sang ayah, membuat hubungannya dengan sang ayah yang renggang menjadi membaik. Dari petualangan ini, Indiana Jones juga belajar tentang dikhianati perempuan (Elsa Schneider), yang lebih licik, kuat, dan culas daripada yang terlihat.

Seolah enggak pernah selesai berurusan dengan pemerintahan tirani, pada installment ke-4, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Indiana harus berurusan dengan Uni Soviet dan ilmuwannya yang gila, Irina Spalko, untuk menemukan tengkorak kristal yang disinyalir memiliki kekuatan khusus untuk memberikan segala ilmu.

Bahkan, pada installment ke-5, Indiana kembali terlibat dengan NAZI walaupun NAZI sudah runtuh. Seorang ilmuwan gila NAZI, Dr. Voller, mengejar Indiana dan Helena Shaw, anak baptisnya, untuk mendapatkan potongan jam Archimedes agar bisa kembali ke masa NAZI berkuasa, memperbaiki segala keputusan buruk Adolf Hitler. 

Via Istimewa

Jika dilihat lagi, semua petualangan Indiana Jones memang berlatarkan kejadian nyata, orang-orang yang sebagian nyata, tetapi benar-benar penuh dengan hal di luar nalar. Petualangannya selalu membawa Indiana pada kesimpulan bahwa “jangan bermain-main dengan artefak-artefak kuno”. Masa lampau selalu dipenuhi dengan sihir ajaib dan penemuan-penemuan yang sengaja disembunyikan demi keselamatan peradaban manusia. 

Via Istimewa

Masa pensiun yang awalnya menyedihkan

Indiana Jones dengan cambuk dan topi fedoranya adalah sosok arkeolog hebat yang legendaris. Namun, boleh dibilang Indiana enggak sempurna. Indiana memang sangat heroik, setia kepada teman-temannya dan cerdas. Namun, Indiana agak bermasalah dengan komitmen.

Bukan hanya punya hubungan enggak jelas saat masih muda dengan Marion, menjelang pernikahan pun, Indiana malah kabur tanpa tahu bahwa Marion Ravenwood hamil. Indiana takut hubungan mereka berjalan buruk, apalagi ia dan Marion sama-sama keras kepala. 

Via Istimewa

Sebelum bertemu Marion, ia memang menikah dengan Deirdre dan pacaran dengan Wilhelmina Scott, penari di Shanghai. Namun, selain Deirdre tiba-tiba meninggal dunia, hubungannya dengan Wilhelmina juga enggak serius-serius amat. Hubungan serius selanjutnya memang hanya dengan Marion Ravenwood, meskipun enggak berjalan mulus.

Wilhelmina Scott
Wilhelmina Scott Via Istimewa.

Dengan Marion, ia bertemu kembali pada momen tengkorak kristal dua puluh tahun setelah meninggalkan altar. Di sana, ia juga mengetahui bahwa ia memiliki anak lelaki bernama Mutt bersama Marion Ravenwood. Setelah selamat dari Uni Soviet dan tengkorak kristal, mereka pun menikah.

Pada masa Perang Vietnam, Mutt, bergabung dengan perang karena menyukai tantangan dan untuk membuat Indiana Jones kesal. Namun, inilah hal yang kemudian menjadi titik balik kehidupan Indiana yang dulunya young wild and free. Kematian anaknya pada saat perang membuat ia dan Marion depresi, merenggangkan hubungan mereka, dan membuat kehidupan Indiana jalan di tempat.

Pada masa tua, menjelang pensiun sebagai doktor arkeologi, sekitar tahun 1969, Indiana adalah seorang pria yang tinggal di apartemen sempit, akan diceraikan oleh Marion Ravenwood, adiksi terhadap wiski, dan hobi marah-marah. Untung saja hidupnya ini kemudian berubah setelah Helena Shaw, anak dari teman dekatnya Max sekaligus anak baptisnya datang untuk mendapatkan potongan jam Archimedes. Petualangan yang terpaksa ia jalani ini pada akhirnya membuat Indiana Jones menemukan dirinya yang lama, kembali dekat dengan rekan-rekannya di masa lalu, sekaligus menghargai orang terdekat yang menyayanginya, termasuk Marion Ravenwood.

***

Indiana Jones disukai banyak orang hingga berdekade-dekade bukan karena ia sempurna atau terlalu kuat atau terlalu pintar. Indiana, berbeda dengan banyak pahlawan yang digambarkan dalam film, diceritakan sebagai sosok tokoh utama yang punya kelebihan dan kekurangan. Itu menjadikannya seperti manusia biasa dan itulah yang bikin ia selalu ada di hati banyak orang.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.