Review Film Don’t Worry Darling (2022)

Don’t Worry Darling
Genre
  • drama
  • thriller
Actors
  • Chris Pine
  • Florence Pugh
  • Harry Styles
  • Olivia Wilde
Director
  • Olivia Wilde
Release Date
  • 12 October 2022
Rating
3.5 / 5

*Spoiler Alert: Review film Don’t Worry Darling mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Florence Pugh kini menjadi salah satu aktris Hollywood muda yang sedang bersinar. Setelah tampil sebagai Yelena Belova di Black Widow (2021), Pugh kembali lagi ke layar lebar lewat film psychological thriller yang berjudul Don’t Worry Darling. Di film ini, Pugh dipasangkan dengan personel One Direction yang kini cukup aktif di dunia akting, yaitu Harry Styles.

Don’t Worry Darling digarap oleh Olivia Wilde, sosok yang selama ini lebih dikenal sebagai aktris. Don’t Worry Darling menjadi film kedua Wilde sebagai sutradara setelah menggarap Booksmart (2019). Selain menyutradarai, Wilde juga turut membintangi filmnya sendiri dengan memerankan Bunny. Film ini juga dibintangi oleh Gemma Chan, Chris Pine, Nick Kroll, dan aktor lainnya.

Don’t Worry Darling berkisah tentang pasangan suami-istri, bernama Jack dan Alice Chambers, yang hidup bahagia di sebuah perumahan mewah. Pada suatu hari, Alice pergi ke suatu tempat terlarang untuk para istri yang tinggal di perumahan. Sejak datang ke tempat tersebut, Alice sadar ada sesuatu yang enggak beres dengan kehidupannya dan semua hal yang ada di sekitarnya.

Review film Don’t Worry Darling

Klimaks dengan plot twist menarik, tetapi terasa terburu-buru

Review film Don’t Worry Darling
Review film Don’t Worry Darling Via Istimewa.

Buat yang sudah melihat trailer dan berbagai promosi Don’t Worry Darling, kamu pastinya begitu yakin bahwa film ini berlatar waktu pada era 1950-an. Namun sekitar setengah jam menjelang akhir film, kamu bakal menemukan plot twist yang cukup enggak terduga. Sayangnya, plot twist ini baru muncul terlalu mepet dengan ending filmnya.

Plot twist yang baru muncul di akhir film memang sudah biasa di dunia perfilman. Namun untuk kasus Don’t Worry Darling, plot twist yang terlalu mepet dengan ending akhirnya membuat klimaks dari film ini berjalan dengan terburu-buru. Alhasil, masih banyak pertanyaan seputar film ini yang belum terjawab dengan tuntas.

Sebagian besar film ini dihabiskan dengan memperlihatkan kebingungan Alice terhadap kehidupannya, yang cenderung bertele-tele. Rasa penasaran penonton dibangun terlalu lama hanya untuk melihat klimaks yang terlalu singkat. Padahal, plot twist film ini sangat potensial andai saja porsi klimaksnya lebih diperbanyak. Jika Don’t Worry Darling cukup sukses, rasanya perlu jika film ini dibuatkan sekuel untuk menjawab hal-hal yang enggak tuntas dari film sebelumnya.

Visual cantik dengan scoring yang cukup bikin gelisah

Review film Don’t Worry Darling
Review film Don’t Worry Darling Via Istimewa.

Filmnya mungkin terasa lambat bagi sebagian orang. Namun, enggak bisa dimungkiri bahwa Don’t Worry Darling menampilkan visual yang begitu memanjakan mata. Keindahan sinematografi hasil garapan sinematografer Matthew Libatique terlihat begitu konsisten dari awal hingga akhir film. Sinematografi indah film ini juga didukung dengan desain set yang begitu niat.

Tim production design, makeup, dan wardrobe Don’t Worry Darling tentunya patut diacungi jempol. Mereka berhasil menampilkan nuansa extravagant era 1950-an, yang semakin mendukung keindahan sinematografi film ini. Desain latar tempat filmnya hingga berbagai pakaian yang digunakan para aktor berhasil menjadi pemanis.

Salah satu elemen yang membuat nuansa thriller jadi cukup terasa di Don’t Worry Darling adalah scoring filmnya. Scoring-nya terdengar cukup unik dan enggak terlalu berlebihan untuk menciptakan suasana menegangkan. Kesimpelan dari scoring-nya cukup berhasil membangun kegelisahan penonton selama berjalannya film.

Florence Pugh jadi carry utama di film ini

Review film Don’t Worry Darling
Review film Don’t Worry Darling Via Istimewa.

Kalau di istilah dunia game, Florence Pugh bisa dibilang sebagai carry utama di Don’t Worry Darling. Tanpa akting briliannya, film ini mungkin bakal semakin kekurangan daya tariknya. Saking menjiwainya, Harry Styles yang menjadi lawan mainnya Pugh terlihat kurang berhasil untuk mengimbanginya. Untungnya, porsi kemunculan Styles juga lebih sedikit daripada Pugh.

Kamu yang pernah menonton film-filmnya Pugh sebelumnya pasti sudah tahu bagaimana hebatnya Pugh dalam menampilkan berbagai ekspresi. Lewat ekspresinya, Pugh berhasil mengajak penonton untuk merasakan kebahagiaan hingga rasa frustrasi yang dialami oleh Alice. Untuk para aktor yang memerankan karakter pendukung, mereka tampil cukup baik dalam porsinya masing-masing.

***

Di balik drama yang terjadi di balik layarnya, Don’t Worry Darling sebenarnya merupakan film yang cukup menarik dengan plot twist yang enggak terduga dan potensial. Sayangnya, klimaks film ini juga enggak menjawab banyak pertanyaan yang muncul di sepanjang film. Walau kurang memuaskan secara cerita, kamu dijamin bakal puas dengan visual dan penampilan Florence Pugh di film ini.

Setelah baca review film Don’t Worry Darling, apakah kamu jadi tertarik menonton film ini? Buat yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.