5 Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya

Apakah kamu setuju dengan alasan berikut ini? Atau, kamu puas dengan Venom: Let There Be Carnage?


Tiga tahun setelah perilisan film pertama Venom (2018), Sony Pictures akhirnya merilis sekuelnya yang diberi judul Venom: Let There Be Carnage (2021). Film pertama Venom sukses besar dengan pendapatan 857 juta dolar (sekitar Rp12,3 triliun). Namun, film tersebut dikritik habis-habisan dan hanya mendapatkan skor 30% di Rotten Tomatoes.

Venom: Let There Be Carnage tentunya diharapkan bakal lebih baik dari film pertamanya. Apalagi, film ini menampilkan Carnage sebagai villain utamanya. Kenyataannya, Let There Be Carnage juga enggak lebih baik dari film pertamanya. Film ini juga mendapatkan predikat “Rotten” di Rotten Tomatoes dengan skor 59%.

Nah, berikut alasan mengapa Venom: Let There Be Carnage tidak lebih baik dari film pertamanya!

1. Cerita terlalu padat sampai bikin susah ngedip

Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya
Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya Via Istimewa.

Pada September lalu, sutradara Let There Be Carnage, yaitu Andy Serkis, mengungkapkan alasan mengapa filmnya hanya berdurasi 97 menit. Serkis berkata bahwa dia ingin menampilkan perjalanan yang mendebarkan dan cepat di filmnya. Omongan Serkis memang terbukti. Let There Be Carnage menampilkan jalan cerita yang padat dan langsung menuju inti ceritanya.

Kamu yang enggak suka film dengan fase lambat mungkin bisa menikmati gaya berceritanya Let There Be Carnage yang begitu cepat dan padat. Sayangnya, poin tersebut sebenarnya malah menjadi kekurangan di film ini. Penceritaannya yang begitu cepat dan padat malah membuat penonton jadi sulit berkedip di sepanjang film.

Cerita yang ditampilkan dari awal hingga akhir film terasa penting, sehingga kalian dituntut untuk selalu fokus. Meleng sedikit saja, kamu bakal dibuat keteteran dengan jalan cerita selanjutnya. Seakan kamu diajak berlari tetapi sama sekali enggak dikasih kesempatan buat istirahat dan bernapas lega. Jika kebelet pipis, kamu kayaknya harus tahan dulu hingga filmnya berakhir.

2. Tidak dibuat rating “R” atau rating dewasa

Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya
Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya Via Istimewa.

Jelas dari judulnya, Let There Be Carnage akhirnya menjadi debut Carnage di film live action. Penggemar Marvel garis keras pastinya tahu bahwa Carnage dikenal sebagai karakter yang begitu sadis di komiknya. Sebelum dirilis, Let There Be Carnage sempat diharapkan bakal menjadi film rating “R (Restricted)” atau film untuk penonton 18 tahun ke atas.

Sayangnya, Sony Pictures dan sutradara Serkis malah membuat Let There Be Carnage menjadi film rating “PG-13” atau film untuk penonton 13 tahun ke atas. Itulah sebabnya, kebrutalan Venom dan Carnage enggak bisa ditampilkan secara maksimal. Satu-satunya hal brutal yang ditampilkan di Let There Be Carnage adalah saat Carnage memasukkan lidahnya ke dalam kerongkongan seseorang, seperti yang bisa kamu lihat pada gambar di atas.

Pemeran Venom, yaitu Tom Hardy, mengungkapkan bahwa Let There Be Carnage dijadikan film “PG-13” supaya bisa ditonton oleh lebih banyak orang. Alasannya enggak salah, sih. Namun, symbiote yang seharusnya brutal malah jadi karakter melempem di film ini.

3. Terlalu komedi untuk film Venom vs. Carnage

Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya
Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya Via Istimewa.

Kamu yang sudah kenal symbiote Marvel sejak lama pastinya tahu bahwa Venom, apalagi Carnage, bukanlah karakter komedi. Venom di film pertamanya masih terlihat cukup serius walau sedikit dibuat lucu. Namun di Let There Be Carnage, Venom benar-benar bertransformasi menjadi karakter komedi.

Walaupun judulnya menggunakan embel-embel Carnage, film ini malah lebih fokus pada hubungan antara Venom dan Eddie Brock. Venom dan Eddie menghadapi cekcok yang lebih mirip dengan pertengkaran antara suami-istri. Agak konyol, sih, melihat Eddie dan Venom bertengkar sampai ngambek-ngambekan.

Sebenarnya enggak ada yang salah dengan elemen komedi di Let There Be Carnage. Sayangnya, porsi komedinya terlalu berlebihan sehingga kesangaran Venom jadi hilang begitu saja. Pada akhirnya, kekonyolan Eddie dan Venom malah lebih banyak dari konflik antara Venom dan Carnage.

4. Harga diri Carnage sebagai karakter brutal sirna begitu saja

Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya
Alasan Venom: Let There Be Carnage Tidak Lebih Baik dari Film Pertamanya Via Istimewa.

Seperti yang telah ditekankan pada poin-poin di atas, Carnage merupakan karakter yang diceritakan sadis di semesta komik Marvel. Penggemar garis keras Marvel pastinya mengharapkan jika Carnage benar-benar menunjukkan kebrutalannya di film live action debutnya. Namun apa daya, hal tersebut enggak bisa terwujud karena rating “PG-13”!

Kesadisan inangnya Carnage, yaitu Cletus Kasady, hanya ditunjukkan lewat narasi serta adegan animasi. Kita enggak bisa melihat bagaimana kejamnya Cletus membunuh korbannya secara langsung. Penggambaran Cletus yang mengecewakan seharusnya bisa terobati saat dia bertransformasi menjadi Carnage. Kenyataannya, tetap enggak ada yang spesial ketika Cletus akhirnya menyatu dengan Carnage!

Bagaimana mau terlihat brutal? Adegan Cletus makan kepala orang saja tidak ditampilkan secara eksplisit. Lalu, pertarungan antara Venom dan Carnage terlalu singkat dan enggak begitu spesial. Lebih parahnya lagi, cara Venom membunuh Cletus dan Carnage terlihat terlalu mudah! Harga diri seorang Carnage seakan hilang begitu saja.

5. Adegan mid credit malah lebih menarik dari cerita utama filmnya

Via Istimewa

Walau secara garis besar bukan film yang sempurna, bukan berarti enggak ada alasan buat kamu untuk enggak menonton Let There Be Carnage. Kamu yang ngaku sebagai penggemar Marvel jelas enggak boleh melewatkan film ini karena menampilkan adegan mid credit yang dijamin bakal bikin heboh.

Adegan mid credit Let There Be Carnage menjadi penanda bahwa Sony’s Spider-Man Universe (SSU) resmi bergabung dengan Marvel Cinematic Universe (MCU). Multiverse semakin nyata, guys! Yang sangat disayangkan, masa adegan mid credit yang hanya beberapa menit malah terlihat lebih seru daripada cerita utama di Let There Be Carnage?

***

Itulah deretan alasan mengapa Venom: Let There Be Carnage tetap enggak lebih baik dari film pertamanya. Apakah kamu setuju dengan alasan di atas? Atau, kamu malah suka dengan film ini?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.