5 Alasan Morbius Patut Disebut Film SSU Terburuk Saat Ini

Apakah kamu setuju? Atau, menurut kamu Morbius tidak seburuk itu?


Semesta film Marvel kini terbagi menjadi dua, yaitu Marvel Cinematic Universe (MCU) yang dikelola Marvel Studios dan Sony’s Spider-Man Universe (SSU) yang dikelola oleh Sony Pictures. Total sudah ada tiga film SSU yang dirilis oleh Sony Pictures, di antaranya Venom (2018), Venom: Let There Be Carnage (2021), dan Morbius (2022).

Walau cukup sukses secara pendapatan, dua film Venom mendapatkan banyak kritikan hingga dapat skor “Busuk” di Rotten Tomatoes. Nyatanya, Morbius juga enggak lebih baik dari seri film Venom. Parahnya lagi, Morbius kini menjadi film SSU dengan skor terendah di Rotten Tomatoes, yaitu 16%.

Lantas, apa yang membuat Morbius pantas disebut film SSU terburuk untuk saat ini?

Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini

1. Rating “PG-13” bikin kebrutalan Morbius jadi serba tanggung

Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini
Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini Via Istimewa.

Michael Morbius awalnya diceritakan sebagai dokter yang mengidap pnyakit darah langka. Sebagai seorang dokter, Michael mencari berbagai cara untuk menyembuhkan penyakitnya hingga nekat menyuntikkan DNA keleawar vampir ke dalam tubuhnya. Gara-gara eksperimennya, Michael kemudian menjelma menjadi vampir yang mengerikan.

Momen Michael pertama kali bertransformasi menjadi vampir seharusnya bisa jadi adegan yang paling menegangkan di Morbius. Pada saat itu, Michael benar-benar dikuasai oleh rasa hausnya yang luar biasa terhadap darah manusia. Tanpa Michael sadari, dia membunuh dan menghisap darah semua orang yang ada di kapal, kecuali Martine Bancroft.

Namun gara-gara Morbius dibuat menjadi film rating “PG-13” atau film untuk penonton usia 13 tahun ke atas, adegan pembantaian di kapal jadi gagal brutal. Adegan yang potensial malah terlihat enggak maksimal karena terbentur rating umur. Selain itu, Milo, villain film ini, yang diceritakan kejam pun akhirnya jadi kurang bisa memperlihatkan kekejamannya karena adanya batasan dalam film “PG-13”.

2. Kasih banyak janji palsu di trailernya

Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini
Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini Via Istimewa.

Sebelum pandemi, Morbius awalnya direncanakan rilis pada Juli 2020. Enggak heran Sony Pictures telah merilis trailer perdananya pada Januari 2020. Gara-gara trailer perdananya, banyak penggemar yang berhasil dibuat antusias dengan film ini. Bagaimana enggak? Trailer perdana Morbius menampilkan banyak easter egg yang menjanjikan.

Pada trailer perdana, kamu bisa melihat penampakan mural Spider-Man dan adegan Vulture yang berbicara dengan Michael. Sony Pictures seolah memberi tahu bahwa Morbius memiliki koneksi dengan MCU. Mural Spider-Man kemudian dimunculkan lagi di trailer kedua. Lalu, semakin banyak adegan Vulture yang ditampilkan di trailer kedua dan ketiga.

Namun, apa yang terjadi ketika Morbius dirilis? Adegan yang memperlihatkan mural Spider-Man sama sekali enggak muncul di film. Lalu, sebagian besar adegan Vulture yang ditampilkan di semua trailer juga tidak ada di hasil akhir filmnya. Jelas sekali Sony Pictures berusaha menarik minat penonton dengan memberikan banyak janji palsu di trailer.

3. Adegan post credit yang buka plot hole besar

Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini
Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini Via Istimewa.

Gara-gara cukup banyak ditampilkan di semua trailer, sebagian dari kamu mungkin menyangka bahwa Vulture bakal ditampilkan di cerita utama filmnya. Begitu filmnya dirilis, Vulture ternyata hanya muncul di dua adegan post credit Morbius. Bukannya bikin antusias, dua adegan post credit di film ini malah menimbulkan banyak pertanyaan dan terasa dipaksakan.

Pada adegan post credit pertama, jelas sekali terlihat bahwa Vulture terdampar di SSU karena kekacauan multiverse yang terjadi di Spider-Man: No Way Home (2021). Lantas, mengapa Vulture bisa terus terjebak di SSU? Padahal, Doctor Strange berhasil mengembalikan berbagai karakter yang terdampar di MCU, termasuk Venom. Bukankah Vulture juga seharusnya ikut kembali ke MCU?

Adegan post credit kedua bahkan terlihat lebih enggak masuk akal! Vulture tiba-tiba sudah punya kostum, datang menemui Michael, dan mengajak Michael bergabung dengan timnya. Bagaimana Vulture bisa mendapatkan kostumnya? Kapan Vulture dan Michael pertama kali saling kenal? Lalu, mengapa Michael dengan mudahnya tertarik dengan ajakan Vulture? Jelas sekali bahwa Sony Pictures memaksakan terbentuknya Sinister Six di SSU.

4. Morbius sebenarnya mau dibikin jadi karakter baik atau jahat?

Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini
Alasan Morbius jadi film SSU terburuk saat ini Via Istimewa.

Kamu yang ngikutin komik Marvel pastinya sudah tahu bahwa Morbius merupakan salah satu musuh bebuyutannya Spider-Man. Pada dasarnya, dia adalah villain. Namun seperti Venom, Sony Pictures membuat Morbius menjadi karakter yang lebih bermoral di filmnya. Jika bukan superhero, Sony Pictures tampaknya ingin membuat Morbius ke arah antihero.

Michael hanyalah sosok dokter yang ingin mencari obat untuk menyembuhkan penyakitnya. Ketika menemukannya dan menjadi vampir, Michael sendiri khawatir jika dirinya bakal membahayakan banyak orang. Dia bahkan lebih memilih minum darah buatan daripada darah asli. Michael juga melarang Milo untuk menggunakan obatnya, walaupun Milo diam-diam menggunakannya.

Dari berbagai tindakannya, kita bisa menilai bahwa Michael di film bukanlah sosok yang jahat. Lalu, kenapa dia mau diajak bekerja sama dengan Vulture yang jelas-jelas adalah villain jika kita menonton Spider-Man: Homecoming (2017)? Sutradara Morbius telah menjelaskan bahwa Vulture belum resmi menjadi villain di SSU. Namun, karakteristik Morbius jadi tidak jelas ketika dia setuju bergabung dengan Vulture. Jadi, dia mau dibikin karakter jahat atau karakter baik?

5. Film tentang villain Spider-Man tampaknya sulit berhasil tanpa kehadiran Spider-Man

Via Istimewa

Seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, Morbius merupakan villainnya Spider-Man di semesta komik. Sejak film pertama Venom, Sony Pictures jelas begitu berusaha membuat film tentang villain Spider-Man tanpa kehadiran Spider-Man. Dengan gagalnya dua film Venom dan Morbius, ini sudah menjadi bukti jelas bahwa SSU sulit berjalan sukses tanpa kehadiran Spider-Man.

Itulah sebabnya, Sony Pictures terlihat berusaha keras menghubungkan SSU ke MCU di Venom: Let There Be Carnage dan Morbius. Momen ketika Venom berpindah ke MCU masih terlihat masuk akal karena kejadian di Spider-Man: No Way Home. Namun, Morbius terlihat terlalu memaksakan diri dengan menampilkan mural Spider-Man di trailer dan membuat Vulture terjebak di SSU.

Lantas, kenapa mural Spider-Man di trailer tidak dimunculkan di film? Sutradara Morbius akhirnya membeberkan bahwa mural Spider-Man di trailer bukan hasil pekerjaannya. Yang lebih anehnya lagi, belum ada tanda-tanda kehadiran Spider-Man di SSU. Kenapa Morbius dengan mudahnya menerima ajakan Vulture untuk melawan Spider-Man? Bagaimana Morbius tahu tentang Spider-Man? Jelas sekali, ‘kan, Sony Pictures ingin terhubung ke MCU dengan cara yang terlalu memaksakan.

***

Itulah deretan alasan mengapa Morbius patut disebut film SSU terburuk untuk saat ini. Apakah kamu setuju dengan alasan di atas atau menurut kamu Morbius sebenarnya tidak seburuk itu?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.