Review Series Open BO Episode 2: Kamu Mau Bantuin Aku Gak? (2023)

Review Open BO Episode 2: Kamu Mau Bantuin Aku Gak? (2023)
Genre
  • Romance
  • Steamy
Actors
  • Ariyo Wahab
  • Cathy Fakandi
  • Elmana Sabreina
  • Winky Wiryawan
  • Wulan Guritno
Director
  • Reka Wijaya
Release Date
  • 13 February 2023
Rating
3 / 5

*(SPOILER ALERT) Review serial Open BO ini sedikit mengandung bocoran yang semoga saja enggak mengganggu buat kamu yang belum nonton.

Open BO Episode 2: Kamu Mau Bantuin Aku Gak?, mulai mengeksplorasi kepribadian dan sisi lain para tokoh.

Episode pertama memperlihatkan sosok Ambar sebagai orang yang santai, seksi, dan brengsek karena menjadi simpanan pejabat. Ia digambarkan sebagai tipikal ani-ani yang mau easy money dan seolah serakah. Buktinya, rumah Ambar besar dan gayanya hedon. Ia adalah PSK kelas atas sekaligus orang yang mau melakukan segala cara demi mempertahankan kehidupan mewah. Episode kedua bikin kita lebih berempati terhadap Ambar. Rumah mewahnya adalah peninggalan suami dan ia harus berjuang membayar semuanya sendirian.

Via Istimewa

Episode ini sebenarnya membuka eksplorasi terhadap pilihan Ambar. Ia bisa saja menjual rumah peninggalan suaminya atau bekerja yang halal dan enggak perlu menjadi pelakor. Jawabannya enggak kita dapatkan di episode ini. Bisa bikin penasaran, kan?

Dilema kehidupan masyarakat kelas menengah

Jaka dan Ambar sama-sama bukan kalangan akar rumput. Dilihat dari rumah peninggalan suaminya, Ambar adalah perempuan kelas menengah ke atas. Sementara itu, menengok rumah dan pekerjaan Jaka, Jaka adalah orang yang cukup berpendidikan yang sepertinya memiliki warisan rumah lawas yang cukup besar dan bervaluasi mahal dari orang tua atau kakek-neneknya. Namun, terlepas dari kelas sosial mereka, nyatanya mereka tetap terlilit masalah keuangan.

Ambar harus rela menjadi PSK untuk tetap menjalani kehidupan dalam status seperti sebelum suaminya meninggal dunia. Sementara itu, Jaka rupanya terlilit utang puluhan juta dan ia harus membuat skenario sesuai keinginan produser jika ingin mendapatkan uang yang cukup.

Dalam kacamata akar rumput, keduanya terlihat ceroboh dan berlebihan. Namun, di setiap kelas sosial akan selalu ada masalah. Uang enggak sepenuhnya menyelesaikan masalah karena jika kamu sudah menjalani sebuah kelas kehidupan, sulit bagimu untuk menurunkan standar.

Saat itu, masalah akan muncul. Inilah poin yang sebetulnya juga penting diperhatikan dalam Open BO. Pada akhirnya kita melihat serial ini lebih dari sekadar komedi dan hal sensual yang terlihat di permukaan. Open BO, sisi baiknya, menyajikan realita yang kerap kita temui di kehidupan ibukota. 

Tokoh yang sulit dibenci sekaligus disukai

Via Istimewa

Tokoh-tokoh di dalam Open BO sama sekali enggak sempurna dan enggak layak dijadikan panutan. Nampaknya, enggak ada pahlawan dalam serial ini. 

Walau terasa ingin memperbaiki semuanya, Ambar yang ingin keluar dari hubungannya dengan Abimanyu baru kepikiran setelah dapat serentetan teror dari Nuri.

Sementara Jaka, adalah laki-laki yang terlihat enggak punya pendirian. Kita enggak terlalu memahami untuk apa ia berutang, tetapi melihat dari karakternya, kemungkinan Jaka melakukannya untuk membantu orang tua atau karena simply ia enggak tegas mengatur kehidupannya.

Sementara itu, Abimanyu enggak perlu dipertanyakan lagi brengseknya. Ia adalah tipikal politikus yang munafik, yang  membawa moral dan nama rakyat untuk bisa naik dan bersinar. Namun, di balik itu, ia enggak lebih dari seorang pecundang, pria yang enggak berani memilih antara dua perempuan.

Laki-laki yang menyimpan perempuan dan meminta simpanannya melakukan hal bodoh (pura-pura menikah) demi keamanannya sendiri. Laki-laki yang bahkan enggak punya taji di depan istri dan memaksa selingkuhannya untuk mau menunggu serta seolah enggak peduli dengan teror yang dihadapi selingkuhannya.

Istrinya pun, kendati adalah korban, seolah enggan melepaskan Abimanyu yang jelas-jelas player dan malah memilih bermain “mafia” untuk mengancam selingkuhan suaminya. Begitu banyak fenomena seperti ini kita temui di dunia nyata dan hal itu enggak lain terjadi karena pernikahan dianggap sebagai transaksi semata: laki-laki membutuhkan status, sementara perempuan membutuhkan uang, atau mungkin sebaliknya.

Satu-satunya tokoh yang mungkin layak mendapatkan empati besar adalah Shafa. Shafa adalah remaja yang ketus kepada ibunya dan seolah enggak mau memahami apa yang terjadi. Namun, Shafa memang berhak untuk mempertanyakan banyak hal kepada ibunya. Terlebih, sang ibu seolah enggak mau memahami mengapa sang anak merokok, melawan, dan melakukan kenakalan remaja lainnya. Tentu itu terjadi karena sang anak merasa enggak tenang sama kehidupannya, merasa ada yang enggak beres, dan mencontoh sang ibu.

***

Open BO episode 2 masih mempertahankan ritme yang nyaman untuk ditonton. Bahkan, kabar baiknya, enggak kayak episode 1, di episode ini enggak ada sensor yang mengganggu. Ya, sensor sex toy pada episode 1 cukup mengganggu pemandangan dan menyebabkan fokus penonton menjadi terganggu. Selain itu, hubungan dan motivasi semua karakter pun terungkap dengan lebih jelas di sini, memberikan nyawa pada episode.

Kamu bisa menyaksikkan Open BO Episode 2 di Vidio sekarang juga.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.