Film Hollywood

5 Film Hollywood Fantasi Gagal, padahal Novelnya Begitu Disukai

Genre apa yang dulu sempat begitu meramaikan perfilman Hollywood, tetapi sekarang cukup jarang ditemukan di era 2020-an? Yap, film Hollywood bergenre fantasi. Menariknya, sebagian besar film fantasi yang dirilis pada era 2000-an hingga 2010-an biasanya merupakan hasil adaptasi dari novel fantasi yang populer dan banyak pembacanya.

Menggarap film yang diadaptasi dari novel populer tentunya bukan hal yang mudah karena sutradara dan studio film harus mampu memuaskan para penggemar novelnya yang tentunya punya ekspektasi tinggi. Sayangnya, film Hollywood fantasi berikut ini malah gagal mengadaptasi novelnya dan berakhir membuat kecewa para penggemarnya!

Nah, film Hollywood fantasi apa saja yang gagal, padahal novelnya begitu disukai banyak orang?

Film Hollywood fantasi gagal, padahal novelnya sukses

1. The Golden Compass (2007)

Film Hollywood

Pada 2007, New Line Cinema dan sutradara Chris Weitz merilis The Golden Compass, film yang diadaptasi dari novel Northern Lights karya Philip Pullman. Proyek film ini sebenarnya sudah diumumkan sejak 2002. Namun karena adanya kesulitan dalam penggarapan naskahnya, proses syuting film ini akhirnya baru dimulai pada 2006.

Pengembangan naskah bukan satu-satunya yang jadi masalah dalam pengembangan proyek The Golden Compass. Proyek film ini sempat mendapatkan kecaman dari banyak organisasi agama karena novelnya dianggap bertema anti agama. Alhasil, sutradara Weitz, yang juga berperan sebagai penulis naskah, mengubah beberapa hal dari novelnya untuk filmnya.

Keputusan Weitz mengubah hal dari novelnya ke film akhirnya membuat The Golden Compass tidak diterima dengan baik oleh penggemar novelnya. Namun di luar kontroversi dan filmnya yang tidak sesuai dengan novelnya, penceritaan The Golden Compass juga dianggap lemah oleh kritikus. Alhasil, The Golden Compass hanya mendapatkan skor 42% di Rotten Tomatoes dan kurang menguntungkan secara Box Office.

2. Eragon (2006)

Film Hollywood

Kamu yang suka ke toko buku selama era 2000-an pasti pernah melihat novel Eragon karya Christopher Paolini. Enggak bisa dimungkiri bahwa Eragon merupakan salah satu novel terpopuler di era 2000-an. Jadi, enggak mengherankan ketika 20th Century Fox akhirnya memutuskan untuk menggarap film yang diadaptasi dari novel ini.

Eragon merupakan film yang sudah punya basis penggemar, namun proyek film ini dipercayakan kepada sutradara baru bernama Stefen Fangmeier, yang sebelumnya lebih aktif dalam mengerjakan efek visual untuk film. Eragon bahkan merupakan debut Fangmeier sebagai sutradara. Sebagai sutradara, Fangmeier memilih aktor belum berpengalaman, bernama Ed Speleers, sebagai pemeran Eragon.

Berhubung Eragon digarap oleh sutradara yang ahli dalam efek visual, efek visual yang ditampilkan film ini memang cukup bagus. Sayangnya, cerita dan akting aktornya tidak sejalan dengan kualitas efek visual filmnya. Ditambah lagi, filmnya juga dianggap tidak akurat dengan novel oleh penggemarnya. Alhasil, Eragon hanya mendapatkan skor 16% di Rotten Tomaotes.

3. The Dark Tower (2017)

Film Hollywood

Sudah cukup banyak novel karya Stephen King yang diangkat menjadi film. Pada 2017, Sony Pictures merilis film adaptasi novel Stephen King lainnya, yaitu The Dark Tower. Sebelum dirilis, proyek film ini ternyata mengalami pengembangan yang sulit selama 10 tahun! Sejak 2007, hak cipta proyek film The Dark Tower bahkan telah berpindah-pindah ke berbagai studio film, serta sempat dipegang oleh tiga sutradara yang berbeda.

The Dark Tower awalnya terdiri dari delapan seri novel. Bayangkan, sutradara Nikolaj Arcel dan tim penulis naskahnya cukup nelat merangkum delapan novel tersebut dalam satu film. Yang lebih mengejutkan lagi, film The Dark Tower dipersiapkan sebagai sekuel untuk novelnya dan direncanakan sebagai film pertama dari sebuah waralaba.

Niat ambisius Sony Pictures dan sutradara Arcel ternyata tidak mendapatkan sambutan baik dari kritikus maupun penonton. Delapan novel dirangkum menjadi satu film jelas mengecewakan penggemar novelnya. Film ini juga dikritik karena menampilkan jalan cerita yang membosankan. Alhasil, The Dark Tower hanya mendapatkan skor 15% di Rotten Tomatoes.

4. The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

Film Hollywood

Pada 2008, Warner Bros. merilis Inkheart, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Cornelia Funke. Fakta menariknya, Funke terinspirasi dari aktor Brendan Fraser saat menciptakan karakter Mortimer Folchart di novelnya. Enggak heran, sutradara Iain Softley langsung mengincar Fraser untuk memerankan Mortimer di film live action-nya.

Fraser memang berhasil memerankan Mortimer di Inkheart. Sayangnya, film ini mendapatkan banyak kritikan karena dianggap penuh klise dan bukanlah film fantasi yang memesona. Alhasil, film ini mendapatkan skor 39% di Rotten Tomatoes. Inkheart juga gagal secara Box Office dengan pendapatan 62,9 juta dolar (sekitar Rp966 miliar) dari bujet 60 juta dolar (sekitar Rp922 miliar).

5. Inkheart (2008)

Pada 2008, Warner Bros. merilis Inkheart, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Cornelia Funke. Fakta menariknya, Funke terinspirasi dari aktor Brendan Fraser saat menciptakan karakter Mortimer Folchart di novelnya. Enggak heran, sutradara Iain Softley langsung mengincar Fraser untuk memerankan Mortimer di film live action-nya.

Fraser memang berhasil memerankan Mortimer di Inkheart. Sayangnya, film ini mendapatkan banyak kritikan karena dianggap penuh klise dan bukanlah film fantasi yang memesona. Alhasil, film ini mendapatkan skor 39% di Rotten Tomatoes. Inkheart juga gagal secara Box Office dengan pendapatan 62,9 juta dolar (sekitar Rp966 miliar) dari bujet 60 juta dolar (sekitar Rp922 miliar).

***

Itulah deretan film Hollywood fantasi gagal, padahal novelnya begitu sukses dan disukai banyak orang. Di antara kelima film fantasi di atas, manakah yang kamu suka dan tidak sangka ternyata mengalami kegagalan?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.