(REVIEW) Johnny English Strikes Again: Minim Cerita Penuh Tawa

Johnny English Strikes Again
Genre
  • Comedy
  • drama
Actors
  • Adam James
  • Ben Miller
  • Emma Thompson
  • Jake Lacy
  • Miranda Hennessy
  • Rowan Atkinson
Director
  • David Kerr
Release Date
  • 28 September 2018
Rating
3.5 / 5

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung sedikit bocoran film yang bisa aja mengganggu buat lo yang belum nonton.

Cerita: 6,5 | Penokohan: 7,5 | Visual: 7 | Sound Effect/Scoring: 6,7 | Penyutradaraan: 7,4 | Nilai Akhir: 7/10

Mr. Bean adalah sosok ikonis yang sudah sangat melekat dalam diri Rowan Atkinson. Dia pertama kali tampil di layar kaca sebagai karakter usil yang mengundang tawa pada tahun 1990. Tiga belas tahun berselang, Atkinson mencoba untuk keluar dari zona nyamannya dengan membintangi film komedi yang menceritakan aksi seorang agen rahasia bernama Johnny English.

Penuh dengan aksi yang mengocok perut, Atkinson tampil memesona dengan ulah-ulah konyol. Begitu pula dengan film sekualnya yang berjudul Johnny English Reborn (2011). Atkinson kembali beraksi dan mencoba menggagalkan rencana pembunuhan terhadap Chinese Premier, pejabat tertinggi di Tiongkok.

Delapan tahun berselang, Agen English hadir sebagai penyelamat dari serangan digital yang dilancarkan seorang teroris. Apakah sekuel ini bisa tampil lebih menghibur? Yuk, cek ulasannya di bawah!

Adegan dibuka dengan penampakan di sebuah kantor pusat intelejensi Inggris. Terlihat sebuah agen sedang asyik melahap makanannya, enggak lama muncul notifikasi di layar raksasa kalau seluruh identitas agen rahasia Inggris telah diretas oleh pihak misterius. Untuk mengatasi hal ini, Johnny English yang sedang menjalani masa pensiun harus kembali bertugas sebagai agen rahasia.

Dalam adegan pembuka ini, lo akan disuguhi komedi klasik yang jadi andalan Rowan Atkinson. Kental dengan kelucuan slapstick, aktor berusia 63 tahun ini memang susah lepas dari seri komedi yang membesarkan namanya. Tapi jangan salah, aksi komedi yang tersaji akan jadi tontonan segar sekaligus momen nostalgia untuk mengingatkan lo apa yang membuat Rowan Atkinson sangat dicintai.

Tingkah agen rahasia yang satu ini masih enggak banyak berubah dari film terdahulunya. Egois, berbuat seenaknya dan kerap menjadi sumber masalah. Satu lagi aksinnya yang bikin heran adalah pengetahuan English yang masih sangat minim tentang teknologi, alias gaptek. Menghadapi musuh yang mengandalkan teknonologi untuk menyebarkan teror, sementara agen MI7 ini masih saja mengandalkan gadget yang ketinggalan zaman.

Atkinson tampil brilian dengan komedi fisik yang mengocok perut di sepanjang film. Salah satu momen paling epik adalah ketika dia salah meminum obat tidur dan malah melahap obat yang bikin hyperactive. Dilanda energi berlebih, agen senior ini langsung beraksi di lantai dansa. Melihat Atkinson “melantai” diiringi musik dari Disk Jockey menjadi hal yang mengundang tawa. Terlebih ketika adegan memperlihatkan suasana yang sudah pagi, sang DJ udah tertidur pulas, tapi English masih eksis berdansa dengan enerjik.

Untuk soal cerita yang diangkat, enggak terlalu ada yang spesial. Seperti layaknya film agen rahasia, selalu ada penjahat yang mencoba mengancam ketentraman. Sang jagoan hadir untuk menyelamatkan dunia. Plot yang diangkat enggak akan menjadi perhatian utama. Jangan berharap lo akan melihat cerita penuh twist enggak terduga, karena dijamin lo akan kecewa. Lo cukup duduk manis, kosongin pikiran lo dan nikmati aksi brilian sang comedian legendaris yang akan bikin lo tertawa terpingkal-pingkal.

Di film ini, Rowan Atkinson akan kembali dipasangkan dengan Ben Miller (Bough) sebagai asisten. Peran Bough di sini adalah menjaga agar alur cerita tetap berjalan. Petunjuk dan hal-hal penting yang mendekatkan duo ini dengan sosok penjahat utama kerap ditemukan oleh Bough.

Olga Kurylenko berperan sebagai Ophelia, seorang agen rusia yang tengah menyamar di komplotan teroris. Sebelumnya, aktris kelahiran ukraina ini sudah pernah membintangi beberapa film yang mengandung komedi, seperti Paris, je t’aime (2006), A Perfect Day (2015) dan The Death of Stalin (2017). Ketika dipasangkan dengan Rowan Atkinson, Kurylenko enggak terlalu bersinar dan hanya menjadi pemanis di film ini. Pesona dan eksistensi Rowan Atkinson sebagai Johnny English sukses membayang-bayangi pesona Ophelia.

Johnny English Strikes Again disutradarai oleh David Kerr. Enggak ada yang mencolok dalam proses estetika pengambilan gambar di film ini. Memang bukan itulah yang diharapkan dari penonton. Mereka datang untuk bisa tertawa lepas menyaksikan sepak terjang sang Maestro komedi. Dominasi Rowan Atkinson sangat terasa di film ini, dan memang inilah yang ditunggu-tunggu oleh fans film komedi.  Mungkin yang bisa diapresiasi adalah momen kelucuan sang agen rahasia bisa tervisualisasi dengan baik dan bisa dinikmati oleh penonton.

Film keluaran Universal Pictures ini bisa menjadi salah satu pilihan buat lo buat nonton bareng keluarga. Walaupun mungkin ada beberapa bagian lucu yang udah terbaca, tetap saja tingkah usil dan konyol Atkinson enggak akan bikin lo kecewa.

Johnny English Strikes Again udah bisa lo nikmati mulai minggu depan, tepatnya pada tanggal 28 September 2018. Sekali lagi, Rowan Atkinson sukses tampil menghibur sebagai agen rahasia yang penuh tingkah jenaka. Sesudah lo tonton di bioskop, jangan lupa untuk balik lagi ke sini untuk ngasih komentar, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.