7 Film Biopik yang Penggambaran Kisahnya Enggak Sesuai Realita

– Demi pengalaman nonton film yang dramatis, sutradara menambahkan bumbu fiksi
– Beberapa film biopik di bawah ini meraih penghargaan.

Berbagai macam hal bisa dijadikan inspirasi untuk membuat film, termasuk kisah nyata yang dialami seseorang. Biasanya, pihak pembuat film mengangkat kisah hidup tokoh ternama di dunia untuk dijadikan sebuah biopik atau film biografi. Dengan film tersebut, orang yang nonton film seakan diajak untuk ikut mengalami peristiwa nyata seorang tokoh.

Menggarap kisah nyata menjadi sebuah film tentunya bukan hal yang mudah. Film yang ditampilkan bisa saja dibuat seakurat mungkin seperti kejadian nyatanya atau ditambahkan plot fiktif agar mendramatisasi kisahnya. Itulah sebabnya saat nonton film, kalian pasti menemukan beberapa biopik yang enggak benar-benar persis dengan kejadian nyatanya.

Nah, film biopik apa saja yang penggambarannya enggak sesuai realita? Buktikan dengan nonton film di bawah ini.

1. Amadeus (1984)

Kisah Wolfgang Amadeus Mozart, seorang komponis legendaris dunia, juga pernah diangkat ke sebuah film yang berjudul Amadeus. Film garapan Milos Forman ini berkisah tentang persaingan antara Mozart dengan komponis asal Italia yang bernama Antonio Salieri. Kenyataannya, Mozart dan Salieri sebenarnya punya hubungan baik di kehidupan nyata.

Perselisihan fiktif antara Mozart dan Salieri memang disengaja oleh sutradara dan penulis naskah Amadeus. Mereka memang sejak awal berencana membuat film drama yang diadaptasi secara lepas dari kisah nyata. Mereka menggunakan detail atau rumor bersejarah sebagai tema utamanya dan merangkainya dengan kisah fiksi yang dramatis.

2. A Beautiful Mind (2001)

Film garapan Ron Howard yang berjudul A Beautiful Mind berhasil panen empat penghargaan di Oscar 2002. Film ini berkisah tentang seorang ahli matematika yang pernah memenangkan Nobel di bidang ekonomi, yaitu John Nash. Cerita A Beautiful Mind dimulai pada saat Nash masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Universitas Princeton. Nash nantinya diceritakan mengalami delusi dan paranoid akibat skizofrenia.

Nash yang telah meninggal pada 2015 memang menderita skizofrenia di kehidupan nyatanya. Namun, kondisi penyakit Nash lebih didramatisasi di A Beautiful Mind. Di film, Nash sampai bisa menciptakan tiga sosok imajinatif karena penyakit skizofrenianya. Penulis naskah film ini pun mengakui bahwa A Beautiful Mind bukanlah representasi literal kehidupan John Nash.

3. The King’s Speech (2010)

Sebelum dikritik habis-habisan karena Cats (2019), sutradara Tom Hooper pernah merilis film yang mendapatkan penghargaan “Best Picture” Oscar 2011, yaitu The King’s Speech. Film tersebut berkisah tentang King George VI yang berusaha mengatasi gagapnya dengan dibantu oleh Lionel Logue, ahli terapi bicara asal Australia.

King George VI kenyataannya memang menderita kegagapan dan diterapi oleh Logue. Namun, The King’s Speech mengubah garis waktu terapi antara King George VI dan Logue. Alih-alih memulai terapi pada 1930-an, King George VI sebenarnya telah diterapi Logue pada 1926. Lalu, King George VI sebenarnya mengalami peningkatan kemampuan berbicara hanya dalam hitungan bulan sejak diterapi, bukan bertahun-tahun seperti yang ditampilkan di film.

4. The Social Network (2010)

Mark Zuckerberg bisa dibilang sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia hingga saat ini. Dia berhasil menciptakan media sosial Facebook yang masih aktif digunakan oleh berbagai orang di penjuru dunia. Enggak heran jika sutradara David Fincher tertarik untuk mengangkat kisah Zuckerberg ke film yang berjudul The Social Network.

Walau mengangkat kisah Zuckerberg, sebagian besar cerita yang ditampilkan di The Social Network benar-benar bertentangan dengan kenyataannya. Zuckerberg sampai menegaskan bahwa dirinya membuat Facebook bukan karena ingin menarik perhatian cewek, melainkan karena dia memang suka membangun sesuatu.

5. Braveheart (1995)

Walau lebih dikenal sebagai aktor, Mel Gibson juga pernah menyutradari sebuah film pemenang “Best Picture” Oscar 1996, yaitu Braveheart. Film ini berkisah tentang William Wallace, seorang prajurit Skotlandia pada abad ke-13 yang berjuang memperoleh kemerdekaan Skotlandia dari raja Inggris, Edward I.

Braveheart terbukti menampilkan kisah dan pertempuran yang apik, namun film ini dianggap menampilkan kisah yang enggak akurat dengan sejarah. Salah satu kisah yang enggak akurat adalah perselingkungan William dengan Isabella of France. Kenyataannya, Isabella baru berusia tiga tahun pada peristiwa pertempuran kemerdekaan Skotlandia.

6. The Doors (1991)

Penggemar musik rok mungkin enggak asing dengan band lawas The Doors dan vokalisnya, yaitu Jim Morrison. Sutradara Oliver Stone pernah menggarap biopik Morrison yang berjudul The Doors. Film ini menceritakan awal mula terbentuknya The Doors hingga kematiannya Morrison. Sayangnya, penggambaran Morrison di film ini dianggap enggak sesuai.

Tiga anggota The Doors lainnya ternyata mengaku enggak suka dengan hasil akhir film garapan Stone. Mereka juga mengaku bahwa pada saat produksi film, Stone mengabaikan semua saran yang mereka berikan. Anggota The Doors lainnya juga merasa bahwa Stone seakan-akan menggambarkan Morrison bagaikan sosiopat yang enggak terkontrol di film.

7. Patch Adams (1998)

Sebelum kematiannya, Robin Williams pernah membintangi biopik yang berjudul Patch Adams. Film ini diadaptasi dari kisah nyata Dr. Hunter “Patch” Adams. Ternyata, Patch Adams sesungguhnya enggak menyukai penggambarannya di film tersebut.

Menurut Patch Adams, film ini hanya menggambarkannya sebagai dokter yang lucu, padahal banyak aspek kehidupannya yang lebih layak untuk diangkat ke film. Bahkan pada 2011, Patch Adams terang-terangan berkata kepada kritikus film Roger Ebert bahwa dirinya membenci biopiknya.

***

Itulah berbagai biopik yang penggambaran kisahnya enggak sesuai realita. Tim produksi film terkadang mengubah jalan cerita asli agar filmnya terlihat lebih menarik. Manakah yang sudah kalian nonton film di atas dan jadi favorit kalian? Kalau belum, coba aja nonton film tersebut dan kasih pendapat kalian. Jangan lupa ikuti terus KINCIR buat dapatin berbagai informasi seputar nonton film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.