5 Film Indonesia yang Bertahan Sebentar di Bioskop

– Film Indonesia di bawah ini diperkirakan cetak Box Office, tapi hanya bertahan dalam pekan pertama penayangannya.
– Beberapa turun layar karena kontroversi yang diterimanya.

Bikin film itu tentu butuh waktu yang lama. Berminggu-minggu, bahkan sampai ada yang bertahun-tahun. Selain itu, butuh tim dan pengeluaran yang enggak sedikit. Semua untuk film berdurasi 90—120 menit saja. Tak berhenti sampai situ, film juga harus berdesakan dengan film lainnya di bioskop.

Tentunya, jika filmnya ditonton hanya beberapa orang, pihak bioskop pasti bakal mengurangi jadwal tayang dan jumlah studio. Bahkan bisa-bisa “menurunkan layar” jika peminatnya sedikit dan menggantinya dengan film lain.

Seperti yang dialami film deretan film Indonesia di bawah ini. Mereka hanya tayang di minggu pertama saja. Apa saja? Yuk, simak!

1. Jokowi Adalah Kita (2014)

Via Istimewa

Film yang mengangkat kisah Presiden Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI ini sempat menyita perhatian publik. Bagaimana enggak, dalam waktu kurang lebih dua tahun, sudah ada dua film biopik tentang Presiden ke-7 Indonesia ini. Sayangnya, film Jokowi Adalah Kita enggak bertahan lama di bioskop.

Terhitung sejak pertama rilis pada 20 November 2014, film yang dibintangi Ben Joshua ini hanya bertahan satu hari saja di bioskop. Padahal, gembar-gembor filmnya cukup lama, bahkan pihak rumah produksi menargetkan jumlah penonton 1,5 juta orang.

KK Dheeraj, selaku produser mengatakan alasannya bahwa film ini tidak ditarik, tapi ditunda, karena situasi politik yang sedang memanas. Jumlah penonton film Indonesia ini juga hanya mencapai 4.020 orang saja.

K2K Production selaku rumah produksi memilih menurunkan layar untuk kemudian ditayangkan kembali ketika situasi politik telah membaik. Namun, film ini tak tayang lagi setelahnya.

2. 3: Alif, Lam, Mim (2015)

Via Istimewa

Terakhir, ada film 3: Alif Lam Mim yang juga tayang sebentar di bioskop. Padahal, film ini punya jalan cerita menarik dan aktor-aktor ternama. Sayang, film Indonesia tema agama ini hanya bertahan selama seminggu di bioskop.

Banyak faktor yang bikin film tersebut turun layar dalam waktu cepat, seperti dugaan jika film ini menyinggung golongan tertentu. Akhirnya, film ini hanya memperoleh 32.000 penonton. Meski begitu, film garapan Anggy Umbara ini mendapat respons positif di Los Angeles Indinesian Film Festival (LAIFF), dan dapat lima nominasi di Festival Film Indonesia.

3. Valentine (2017)

Via Istimewa

Sebelum Gundala (2019) muncul atau Wiro Sableng (2018) kembali di-remake. Indonesia sempat punya film superhero bernama Valentine. Film Valentine rilis pada 23 November 2017. Sama seperti Gundala, film Valentine ini diangkat dari komik berjudul sama. Superhero perempuan ini punya kekuatan beladiri yang begutu tangguh.

Akan tetapi, sayang banget, Valentine hanya bertahan empat hari di bioskop. Awalnya film ini punya target 2,5 juta penonton, tapi yang terkumpul hanya 10.000 penonton.

Pihak rumah produksi Skylar memberikan keterangan bahwa mereka kurang maksimal. Mereka takut filmnya berakibat buruk ke beberapa rekannya di luar negeri, mengingat budget film tersebut cukup besar dan menjadi salah satu film dengan dana fantastis di industri film Tanah Air.

4. Night Bus (2017)

Via Istimewa

Film Night Bus berhasil memenangkan Piala Citra 2017, termasuk kategori “Film Terbaik‘. Jalan ceritanya yang menegangkan, skenario yang rapi, dan eksekusi maksimal. Meski begitu, film garapan Emil Heradi ini enggak bisa bersaing lama di bioskop.

Film ini hanya bertahan satu minggu saja di bioskop. Penontonnya juga hanya mencapai 20.000 orang. Padahal, film Indonesia genre kriminal ini dipersiapkan sejak lama. Proses pascaproduksinya saja butuh waktu sekitar satu setengah tahun sampai bisa tayang di bioskop.

5. Perburuan (2019)

Via Istimewa

Film Perburuan diangkat dari novel laris dan legendaris dari Pramoedya Ananta Toer. Berjudul sama dengan novelnya, Perburuan jadi salah satu film Indonesia yang dinanti. Apalagi, ada nama-nama beken seperti Adipati Dolken dan Ayushita yang main di film ini.

Malangnya, ketertarikan penonton film ini tak begitu meriah di awal minggu. Bahkan, Perburuan hanya bertahan satu minggu saja di bioskop Tanah Air. Sayang banget, padahal film ini punya cerita yang dalam tentang perjuangan prajurit Indonesia melawan penjajah, ditambah bumbu-bumbu romansa khas tulisan Pramoedya. Film Perburuan hanya mengumpulkan 19.299 penonton.

***

Itulah film Indonesia yang digadang-gadang akan mendapatkan respons baik dari penonton tapi hanya bertahan seminggu di bioskop. Dari lima film di atas, film mana yang kamu sayangkan cepat mundur dari bioskop?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.