Barbie

Inilah Alasan Barbie Ditutup dengan Ending yang Terasa Gantung

Jika melihat trailernya Barbie (2023), kamu pasti sempat berpikir bahwa ini adalah film yang bakal lucu dan absurd. Setelah dirilis, Barbie memang lucu dan absurd, tetapi film ini juga menghadirkan pesan yang kuat serta berbagai elemen emosional di ceritanya. Sebagian dari kamu mungkin ada yang dibuat menangis ketika menonton Barbie.

Setelah berhasil mengalahkan patriarki yang dibawa oleh Ken ke Barbie Land, Stereotypical Barbie malah merasa hampa dan tidak ingin melanjutkan hidupnya sebagai Barbie. Dengan izin dari penciptanya, yaitu Ruth Handler, Stereotypical Barbie menukarkan hidup abadinya di Barbie Land dengan hidup fana di dunia nyata. Dia kemudian bertransformasi menjadi manusia dengan nama Barbara Handler.

Setelah itu, kita bisa melihat Gloria dan Sasha mengantarkan Barbie ke sebuah gedung, yang seakan-akan dia hendak pergi melamar kerja. Namun siapa sangka, filmnya ditutup dengan perkataan, “Saya di sini ingin bertemu dengan ginekolog saya.” Sebagai informasi, ginekolog adalah dokter ahli dalam ilmu yang berkenaan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit khusus pada perempuan.

Barbie

Kamu yang sudah menonton pastinya tahu bahwa Barbie sempat menjelaskan bahwa dia dan Ken tidak memiliki alat kelamin, pada adegan saat dia baru tiba di dunia nyata. Dengan memutuskan beralih menjadi manusia, alat kelamin tentunya terbentuk pada tubuhnya Barbie sehingga dia perlu berkunjung ke ginekolog. Lantas, apa alasan sutradara Barbie, yaitu Greta Gerwig, membuat ending tersebut untuk filmnya?

Dilansir USA Today, Gerwig berkata, “Sejak awal saya tahu bahwa saya ingin mengakhiri filmnya dengan gaya lelucon mic drop. Di sisi lain, saya juga ingin ending-nya terasa emosional. Ketika saya masih remaja, saya ingat tumbuh dewasa dengan merasa malu dengan tubuh saya. Merasa malu dengan cara yang bahkan tidak bisa saya gambarkan. Rasanya seperti semuanya harus disembunyikan.”

“Itulah sebabnya saya menampilkan ending yang mana Barbie mengucapkan dialog akhirnya dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Itu seperti saya ingin memberi perasaan kepada para perempuan muda bahwa ‘Barbie juga melakukannya’ dengan gaya yang lucu dan emosional,” ujar Gerwig.

Pertanyaan kamu tentang ending Barbie sudah terjawab, ya, guys. Jangan lupa ikuti terus KINCIR buat dapatin berbagai informasi seputar film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.