6 Proyek Film Hollywood 2023 yang Hasilnya Enggak Sesuai Harapan

Ada begitu banyak proyek film dan serial yang dirilis pada tahun 2023 ini. Proyek-proyek tersebut juga dibuat dengan dana yang enggak sedikit serta diharapkan enggak cuma mendulang penonton, tetapi juga mendapatkan impresi yang baik dari kritikus sekaligus penikmat.

Alih-alih berhasil, proyek-proyek film dan serial ini mengecewakan dari segi skor, padahal pemasarannya cukup baik dan dinanti-nanti. Mana saja proyek film dan serial yang gagal pada tahun lalu? Apa saja yang membuatnya gagal? Mari simak di sini.

Proyek film Hollywood 2023 yang hasilnya enggak sesuai harapan

Heart of Stone

Heart of Stone via Istimewa

Mengambil tema mata-mata dan Gal Gadot sebagai tokoh utama, Heart of Stone memiliki potensi untuk menjadi film spy yang asyik dengan mengusung feminisme. Sinopsisnya juga cukup meyakinkan, yakni seorang perempuan bernama Rachel Stone yang merupakan mata-mata MI6, tetapi juga menjadi agen ganda di Charter, sebuah agensi dengan teknologi kecerdasan buatan.

Sayangnya, Heart of Stone punya cerita yang kentang dan perkembangan karakter yang enggak spesial. Ritmenya lambat, karakternya kurang spesial, dan aksinya enggak menarik. Mendapatkan nilai 5,7 di IMDb, Heart of Stone dikritik sebagai film yang cuma ikut-ikutan tren film spy tetapi minim riset dan perkembangan cerita kuat.

Aquaman

Aquaman 2 via Istimewa

Kerennya Aquaman pertama diharapkan bisa terus konsisten sampai ke sekuel-sekuelnya. Namun, Aquaman 2 : The Lost Kingdom justru mendapatkan penilaian yang enggak pemuasan. Selain itu, dari biaya produksi US$ 200 juta, dia “hanya” mendapatkan US$ 331 juta, menjadi film DCEU dengan pendapatan terendah ke-4. Skor-nya di Rotten Tomatoes pun rendah, hanya 35%.

Aquaman and The Lost Kingdom punya premis menarik. Ceriatanya, Aquaman sudah memiliki anak dan juga harus melawan Black Manta, salah satu musuhnya di Aquaman pertama. Ia bekerja sama dengan kakak tirinya yang menjadi villain utama di Aquaman pertama untuk menemukan kerajaan yang hilang. 

Pemasaran yang kurang, protes terhadap sosok Amber Heard yang bermasalah, editing yang buruk, hingga plot yang kurang menarik membuat installment ini menjadi lebih enggak asyik dan orisinil dibandingkan yang pertama.

Asteroid City

Asteroid City via Istimewa

Virality tema Wes Anderson pada tahun lalu membuat sebuah keyakinan bahwa karya-karya Wes Anderson pasti selalu mendapatkan skor tinggi. Nyatanya, hal itu enggak terlalu terjadi pada Asteroid City, film bersinematografi apik yang setelah tren itu viral.

Asteroid City memang mendapatkan standing ovation pada Festival Film Cannes. Selain itu, sinematografisnya memang apik. Visualnya juga penuh warna khas Wes Anderson banget.

Asteroid City bercerita tentang seorang ayah yang menyembunyikan kematian ibu dari anak-anaknya, mengantarkan yang kecil-kecil ke rumah kakeknya, dan yang besar ke perkemahan Asteroid City. Kemudian, ada alien, UFO, dan paparan radiasi yang membuat mereka harus dikarantina. Rupanya, Asteroid City bukan kisah betulan, tetapi teater di dalam film. Bingung? Sebetulnya apa yang disampaikan di film ini memang enggak harus dicerna pakai logika karena proses visual dan “menikmati film”-nya lah yang diutamakan. 

Namun, kenapa film ini masuk ke daftar? Untuk ukuran film Wes Anderson yang skornya memang tinggi-tinggi, Asteroid City adalah yang paling mengecewakan! Skornya di IMDb “hanya” 6,5 dan “hanya” 75% di RottenTomatoes. Ya, masih tergolong bagus untuk film lain, tetapi mengecewakan bagi penggemar berat Wes Anderson.

Ant-Man and The Wasp: Quantumania

Entahlah, 2023 mungkin adalah tahun apes buat berbagai film aksi superhero. Enggak cuma Aquaman 2, sebelumnya udah ada Quantumania, installment ketiga Ant-Man yang mengecewakan.

Konsep marvelous dan lagi-lagi semesta asing dipakai di film ini. Anak Scott Lang alias Ant-Man, Cassie Lang, berhasil menemukan cara untuk terhubung ke Quantum Realm. Namun, ibu Hope Van Dyne mencegah Lang untuk tahu lebih lanjut tentang hal itu karena ia pernah terjebak di sana dan memahami bahayanya.

Pembuka fase ke-5 Marvel ini seolah menegaskan kalau film-film Marvel yang membahas “dunia lain” selalu terasa kentang. Skornya di RottenTomatoes sendiri cuma 46% karena konsep Quantum Realm yang kurang mengena dan penulisan cerita yang membosankan.

Expend4bles

Sebetulnya, sebelum menonton film semacam ini, penonton semestinya enggak berharap banyak dari segi plot. Namun, tetap saja penonton akan menginginkan peningkatan dan pembuatan yang lebih serius, apalagi ini adalah installment ke-4.

Tentu saja, Expend4bles tetap setia pada konsep “yang penting tembak-tembakan, gelut, dan ledak-ledakan”. Ceritanya biasa banget, dialog enggak berarti, aksi pun sekadarnya. Yang dijual tentu kegagahan para aktor dan nama tenar mereka. 

Walaupun beda misi, beda penjahat, dan beda pada beberapa aktor, kisahnya masih sama: sekelompok orang kuat melawan kejahatan!

Meg 2: The Trench

Sama seperti Expend4bles, tentu enggak ada yang betul-betul bisa diharapkan saat film menjual aksi heroik dan dibintangi oleh aktor-aktor berkesan binaragawan semacam Jason Statham.

Meg 2 jelas bukan Jaws (1975) yang kemunculan hiunya benar-benar meneror bak setan dan sadisnya bikin trauma. Meg 2 hanyalah lanjutan dari Meg tentang hiu megalodon purba di palung yang menyerang percobaan dengan tabrak-tabrak ganasnya yang enggak seberapa. Kali ini, Taylor, tokoh utama, membesarkan anak Suyin Yhang yang dulu masih kecil di Meg pertama

Buat anak kecil atau buat kamu yang males mikir saat nonton, ini adalah film bagus. Namun buat yang menginginkan film berkualitas, Meg 2 bukan jawaban. Sedihnya, skor Meg 2 di bawah skor installment pertamanya yang sudah dianggap buruk, yakni 5/10 di IMDb. Skor installment pertamanya sendiri adalah 5,7/10.

***

Itulah deretan proyek film yang dianggap gagal dari segi kualitas pada tahun 2023. Banyak orang yang menaruh harapan pada film-film dengan pemasaran yang cukup apik di atas. Beberapa cuma sedikit mengecewakan, lainnya mungkin hanya bisa ditonton di kala senggang tanpa perlu memerhatikan logika. Nah, menurutmu, apakah film-film dengan pemasaran bombastis di tahun 2024 akan sebagus marketing-nya?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.