10 Dampak Nyata dari Game Football Manager

Kalau ada game yang bernama Office Manager, di mana gameplay-nya mengharuskan kita untuk mengelola sebuah kantor, menyusun presentasi, melakukan pitching kepada klien, merekrut dan memecat karyawan. Tentunya, kamu tidak akan menghabiskan berjam-jam untuk bermain game semacam itu.

Untungnya, yang ingin kita bahas kali ini adalah game sepak bola. Dalam game ini, kita dapat menemukan banyak hal yang menyenangkan saat memainkannya. Kita dapat mengelola tim sepak bola favorit, mengatur siapa saja yang menjadi pemain dalam klub kita, bertanggung jawab atas latihan mereka, dan bahkan datang ke lapangan pertandingan seperti seorang pelatih saat tim bermain. Semua itu tentu saja sangat menghibur. Game ini bisa menjadi alternatif dari kenyataan bagi mereka yang menyukai sepak bola dan bermimpi menjadi seorang manajer klub sepak bola.

Kamu yang semalam kecewa karena tim favoritmu kalah, dengan bermain Football Manager (FM), mungkin akan mendapatkan hasil yang berbeda. Timmu bisa menang saat dimainkan di FM, atau bahkan bisa kalah lebih besar daripada yang sebenarnya. Keasyikan seperti ini yang membuat kita enggan berhenti memainkan FM. Sekarang, kamu—yang gemar bermain FM—harus menilai dirimu sendiri, apakah kamu termasuk gamer yang kecanduan Football Manager atau bisa mengontrol dirimu sendiri. Jika kamu termasuk yang kecanduan, sebaiknya mulai berhati-hati.

Nah, KINCIRi ingin memberitahumu tentang dampak positif dan negatif dari memainkan Football Manager.

1. Lupa waktu

Misalkan kamu memainkan FM selama satu jam setiap hari selama satu tahun penuh. Berarti kamu telah menghabiskan 365 jam atau setara dengan 15,25 hari dalam setahun untuk memainkan FM.

Namun, KINCIR yakin tidak ada satu pun dari kamu yang hanya memainkan FM selama satu jam saja setiap harinya. Setidaknya, kamu mungkin akan bermain selama 2-3 jam dalam satu hari. Jika kita ambil contoh 3 jam per hari, maka total waktu yang kamu habiskan dalam setahun adalah 1.095 jam atau setara dengan 45,6 hari. Itu artinya, dalam waktu setahun yang sama, kamu bisa mempelajari bahasa asing selama satu setengah bulan. Sungguh disayangkan, bukan, jika dipikir-pikir lagi?

2. Malah jadi jarang nonton bola

Ini yang bakal terjadi kalau kamu udah terlalu kecanduan FM. Kamumalah jadi jarang nonton pertandingan bola beneran. Kamu juga malah ngerasa permainan yang ada di dalam FM adalah sepak bola yang sebenernya. Mungkin karena di dalam sana tim yang kamu dukung atau tangani selalu menang, dapat peringkat teratas, dan dapet banyak trofi.

Suatu ketika, kamu ditanya soal pertandingan sepak bola yang beneran di dunia nyata, kamu malah menjawab dengan data yang ada di game. Kalo udah gini, orang-orang bakalan males deh ngobrol bola sama kamu!

3. Jadi antisosial

Kamu yang kelamaan main FM bisa jadi orang yang ansos. Kenapa begitu? Sebenernya sama aja kayak kalau kamu lebih senang main hape sendiri pas lagi ngumpul sama temen atau keluarga. Kamu ngerasa interaksi sosial yang kamu butuhkan udah terpenuhi dengan chatting atau komen di media sosial seseorang.

Di FM, hal itu juga bisa dipenuhi ketika seorang manajer harus melakukan konferensi pers. Lo bakal diminta menjawab beberapa pertanyaan yang terlihat sebagai perilaku interaksi, padahal enggak. Tetep aja kamu sebenernya ngobrol sama robot atau sistem. Sedangkan yang lo butuhin sebenarnya adalah interaksi sosial dengan orang-orang beneran.

4. Kemampuan fisik menurun

Lo masih muda dan suka berlebihan pas main FM, bahaya nih buat fisik lo. Enggak cuma bikin lo jadi kurang tidur, lo bahkan bisa jadi mudah lelah dan sakit pada bagian jari-jari dan persendian lo.

Orang yang kebiasaan main FM semakin lama semakin kecanduan dan membuat mereka bermain dalam waktu yang makin lama setiap harinya. Jadi lo bakal enggak tidur-tidur karena kecanduan FM. Soalnya, kamu enggak ke mana-mana dan yang bergerak dari tubuh kamu hanya bagian mata dan tangan, dua bagian dari tubuh kamu ini yang akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Apa pun kalau dipakai terus-menerus dalam waktu berlebihan, bakal lebih cepet rusak, kan? Kebiasaan lo enggak ke luar rumah dan menghabiskan waktu seharian dengan tiduran sambil main game akan bikin stamina kamu turun dan kamu jadi mudah lelah.

5. Sakit Jiwa

Yang paling ngeri dari kecanduan game-game semacam Football Manager adalah lo bisa jadi stres, depresi, bahkan gila. Seperti hakikat dari sebuah game, Football Manager juga dibikin agar para pemainnya bisa ngerasa lebih senang dan bahagia. Dengan dapet hasil yang lebih baik dari kenyataan, lo akan merasa bahagia dan tetep setia ngedukung tim kesayangan lo di FM. Sebaliknya, kalau yang ada di dalam game ternyata malah lebih jelek, menuntut lo untuk berpikir lebih serius, menghadapi pemilik klub yang menjengkelkan, media yang cerewet, dan ancaman akan dipecat dari posisi manajer, bisa jadi lo malah akan stres dan depresi. Kalau hal ini terus-menerus terjadi, jangan salahin kalau lo bakalan gila

6. Lebih Paham Sepak Bola

Selain dampak negatif, FM ternyata punya dampak positif juga. Lo suka bola, lo main FM maka lo akan jauh lebih paham mana pemain yang bagus dan enggak bagus. Skill apa yang paling penting dimiliki seorang striker atau kiper, harga yang cocok untuk seorang pemain dengan kemampuan tertentu, strategi yang paling tepat dipakai untuk klub bola dengan pemain dengan tipe tertentu, bisa lo ketahui semuanya dari Football Manager. Lo enggak akan nyesel ngabisin 8 juta pounds buat gelandang enggak terkenal dari Afrika karena udah paham statistik kemampuannya, ketimbang ngabisin berjuta-juta pounds buat misalnya seorang Falcao yang mahal karena populer tapi enggak jago.

7. Bisa Jadi Tukang Ramal

Salah satu fitur paling menyenangkan dalam FM adalah scouting. Kamu bisa nyari pemain dari seluruh dunia lengkap dengan kemampuannya, mulai dari yang paling muda sampai paling tua. Fitur ini memungkinkan kamu tahu siapa “wonderkid” untuk tahun ini atau tahun depan dalam dunia benerannya.

Neymar, Messi, Bale, Ronaldo semuanya udah ketahuan duluan di FM sebelum mereka jadi pemain terkenal kayak sekarang. Emang enggak seratus persen tepat, sih. Kayak Alessio Cerci atau Freddy Adu misalnya, yang di game bisa punya karier yang bagus dan memenangkan banyak trofi, tapi di dunia nyata nasibnya malah enggak jelas.

8. Ngebangun rasa percaya diri

Football Manager ngebolehin kamu untuk nanganin klub bola mana aja di dunia ini. Boleh klub yang udah besar dan main di liga utama macam Barcelona atau Milan, boleh juga kamu nanganin klub kecil yang belum banyak diketahui orang semacam Millwall atau Yorkshire FC.

Keduanya ngebangun kamu untuk lebih percaya diri dengan apa yang mau lo lakuin dan keputusan-keputusan yang lo ambil. Enaknya, di game ini kamu enggak perlu ambil pusing konsekuensi yang harus kamu jalani.

Soalanya sekali kamu ngerasa enggak enak, kamu bisa reload game yang lo mainin. Tapi jangan bikin jadi lengah dan nganggep dunia beneran sama kaya dunia dalam game. Yah, intinya dalam FM lo harus ngebangun kesuksesan sebuah tim, dan itu bisa diaplikasikan ke hidup kamu.

9. Game yang akan diajarkan di sekolah

Di Cina, tahun 2005 Football Manager dilarang. Sebab dalam game Football Manager, Tibet dan Taiwan masuk ke dalam bagian dari RRC. Mereka ngerasa game ini mengancam kedaulatan negara.

Tapi, pada 2014 di Skotlandia seorang guru bernama Len Almond menyarankan game ini untuk diajarakan di sekolah-sekolah. Menurutnya, Football Manager merupakan satu dari sedikit game yang bisa membantu murid-murid meningkatkan kemampuan dalam pendidikan jasmani.

10. Contekan manager andal

Dunia game emang beda dengan dunia beneran. Namun, keduanya bisa jadi saling bantu dan mengeluarkan seseorang dari kebuntuan. Selain bisa digunakan untuk membantu ningkatin kemampuan murid dalam pendidikan jasmani, FM kayaknya banyak digunakan sama para manajer bola bahkan yang udah dalam kelas atas sekalipun.

Kenapa bisa begitu? Udah enggak bisa disangkal lagi kalau kita hidup di dunia yang makin cepat perputarannya karena itu enggak ada salahnya juga seorang manajer klub bola ngelakuin simulasi dengan game untuk dapetin permainan atau formasi yang palin tepat menurut dia. Ole Gunnar Solskjaer, mantan pemain Manchester United, bahkan ngaku kalau malam hari sebelum bertanding dia terlalu stres mikirin pertandingan, dia ngelakuin simulasi dulu dengan Football Manager.

***

Itu dia tadi masing-masing lima poin negatif dan positif soal Football Manager yang ViKi dapetin. Coba dibaca satu-satu, baru kamu tentuin apa kamu seorang gamer yang udah masuk kelompok kecanduan atau sekadar antusias. Soalnya, apa pun yang kamu lakuin, yang paling penting kamu bisa ngatur supaya porsinya pas.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.