Review Serial Criminal Record (2024)

Review Serial Criminal Record (2024)
Genre
  • Crime
  • thriller
Actors
  • Cush Jumbo
  • Peter Capaldi
  • Stephen Campbell
Director
  • Jim loach
Release Date
  • 10 February 2024
Review Serial Criminal Record (2024)
Rating
4 / 5

Criminal Record adalah serial televisi thriller kriminal Inggris yang dibuat oleh Paul Rutman. Serial ini terdiri dari delapan episode dan ditayangkan perdana di Apple TV+ pada 10 Januari 2024.

Criminal Record berkisah tentang dua detektif, satu seorang veteran berpengalaman dan satunya lagi yang sedang berada di awal kariernya, bentrok dalam kasus pembunuhan lama setelah panggilan telepon anonim menarik mereka ke kasus tersebut.

Detektif veteran diperankan Peter Capaldi, seorang aktor veteran Inggris yang telah beroleh sejumlah nomine dalam penghargaan sekelas BAFTA TV Awards termasuk untuk kategori Best Supporting Actor di tahun 2013 untuk serial TV, The Hour.

Sementara sang polisi muda diperankan Cush Jumbo yang mulai menarik perhatian sejak tampil sebagai pengacara ambisius dalam serial The Good Wife yang mengudara sepanjang tahun 2015 – 2016.

Review serial Criminal Record (2023)

Pengejaran bak anjing dan kucing dua detektif beda generasi

Review Serial Criminal Record
Criminal Record Series Apple TV. Istimewa.

Tahun 2006, Martin Scorsese mengejutkan dunia ketika memutuskan untuk mendaur ulang film Hongkong yang sukses besar, Infernal Affairs. Lebih mengejutkan lagi, ketika Martin membongkar film tentang polisi baik – polisi jahat tersebut menjadi sebuah study of character yang tak terduga.

The Departed yang memajang Leonardo DiCaprio dan Matt Damon beradu akting dan karisma memang adalah sebuah kisah klasik tentang bagaimana polisi baik selalu hidup bersisian dengan polisi jahat di sebuah dunia penegakan hukum. Di sebuah dunia yang ideal seharusnya memang polisi bertugas menjaga keamanan setiap warga tanpa terkecuali. Tapi tak ada yang ideal di dunia ini dan kita tahu bahkan di Indonesia pun ada polisi sejahat Ferdy Sambo yang mengerahkan kekuasaannya sekuat tenaga untuk menghabisi nyawa manusia.

Kisah paralel polisi baik dan polisi jahat 

Review Serial Criminal Record. Istimewa.

Criminal Record yang tayang perdana di Apple TV pada 10 Januari 2024 juga menyodorkan premis yang mirip The Departed tentang polisi baik dan polisi jahat. Tapi kreator Paul Rutman membenturkannya keduanya pada level yang belum pernah dilakukan cerita sejenis. Kini polisi baik dan polisi jahat itu berbeda generasi dan berbeda jenis kelamin.

Polisi jahat itu diwakili oleh Daniel Hegarty, detektif senior dengan pekerjaan sampingan mencurigakan: sebagai supir pribadi untuk klien-klien terpilih. Sejak episode awal, kita sudah dibawa untuk melihat bagaimana Daniel melakukan pekerjaan utama dan sampingannya sekaligus. Sejak episode awal pun kita sudah tahu bahwa ada sesuatu yang tak beres dengan masa lalu Daniel. Kelak, masa lalu itu akan membuatnya bersinggungan dengan seseorang.

Seseorang itu adalah polisi baik, seorang istri sekaligus ibu beranak satu, June Lenker. Dalam hidupnya yang tenang dan nyaman, June mungkin tak pernah membayangkan bahwa suatu ketika ia akan membiarkan dirinya mengacak-acak masa lalu sesama polisi demi menegakkan keadilan. Tak pernah sekalipun diperlihatkan bahwa June adalah seorang polisi ambisius. Ia hanyalah seseorang yang mengikuti kata hatinya bahwa seseorang dalam bahaya dan seseorang tersebut memberi petunjuk tentang sebuah kasus yang sudah diputuskan puluhan tahun silam. 

Sebuah telepon dari masa kini yang mengobrak-abrik masa lalu

Dalam sebuah serial bergenre thriller, penting sekali bagi kreator untuk membuka serialnya dengan adegan yang akan menyita perhatian penonton dan memberi jalan lapang kepadanya untuk terus mengikuti kisahnya dari episode perdana ke episode selanjutnya. Criminal Record melakukan yang dibutuhkan tontonan thriller dengan menyajikan adegan pembuka yang meyakinkan.

Kita melihat seorang penelepon tak berwajah dan tak bernama, yang kita tahu hanyalah ia seorang perempuan yang dicengkeram ketakutan, yang melaporkan tentang laki-laki yang tengah mengejarnya. Laki-laki itu punya masa lalu yang buruk dan salah satu episode dari masa lalu itu berhubungan dengan sebuah kasus pembunuhan yang telah memvonis 24 tahun seseorang yang tak bersalah.

Dan kita pun menjadi seseorang yang meragu seperti June. Bagaimana jika telepon itu sekedar telepon iseng? Bagaimana jika tak ada satupun kebenaran yang diutarakan perempuan di ujung telepon itu? Tapi bagaimana pula jika perempuan itu sesungguhnya menyampaikan kebenaran yang akan mengobrak-abrik masa lalu seseorang?

Dan di sinilah Criminal Record bekerja cemerlang sebagaimana The Departed: menjadi sebuah study of character yang menarik tentang bagaimana dua manusia yang bekerja di sebuah dunia penegakan hukum bekerja dengan cara dan metode yang sama sekali berbeda.

Menjadi kejutan di awal tahun

Sebagaimana Slow Horses yang tak pernah diunggulkan sebagai tontonan favorit sebelum dirilis di layanan streaming, Criminal Record bisa jadi akan punya nasib yang sama. Dibintangi oleh dua aktor yang relatif tak terkenal, kita cenderung akan menganggap serial ini sebuah serial yang medioker. Nama kreatornya pun cenderung asing di telinga. Yang kita ingat dari Paul Rutman adalah ia pernah menulis 1 episode serial Veep. Tapi tak lebih dari itu.

Hingga akhirnya dua episode meluncur di Apple TV dan kita tahu bahwa sesuatu yang mencengangkan terjadi di sana. Dalam 3 episode yang sudah tayang kita melihat bagaimana Paul menyusun ceritanya dengan sabar, dengan teliti sembari memperkenalkan dua karakter dalam dunianya yang berbeda dengan menarik. Kita melihat bagaimana dua polisi yang salah satunya adalah perempuan dibenturkan ke dalam dunia yang maskulin.

Kita melihat bagaimana protagonis, June, hanya digambarkan sebagai seorang polisi keras kepala yang tahu bahwa ada sesuatu yang busuk yang telah disimpan bertahun-tahun yang akhirnya tercium olehnya. Dan sebagai polisi yang baik, ia merasa berkewajiban untuk menindaklanjutinya instingnya meskipun pada akhirnya kita tahu ia akan melawan sebuah status quo, sebuah kekuasaan yang telah dibentuk dan dilanggengkan selama puluhan tahun untuk menutupi beragam tindak kejahatan. Dan pelan-pelan kita ngeri membayangkan apa yang akan terjadi pada June yang terus merangsek mencari tahu tanpa peduli lagi keselamatan jiwanya.

Tiga episode dengan pilinan cerita yang mengagumkan

Criminal Record Season 1
Criminal Record Season 1. Istimewa.

Dalam 3 episode yang sudah tayang pelan-pelan kita menyadari bahwa Criminal Record adalah sebuah serial yang menyajikan ketegangan tingkat tinggi. Kita melihat polisi baik dan polisi jahat tengah terlibat dalam pengejaran anjing dan kucing yang sengit.

Sebagaimana Slow Horses, kreatornya tahu bahwa ketegangan tak melulu perlu dibangun dari aksi demi aksi menggelegar. Criminal Record berpatokan pada bagaimana membuka lapisan demi lapisan masa lalu dari Daniel yang kelak akan terus diendus oleh June. Kita melihat Daniel yang merasa senior mencoba merangkul June sebagaimana pakem “rangkullah musuhmu”, mencoba membuat segalanya terlihat wajar yang justri dirasakan semakin tak wajar oleh June dan juga kita sebagai penonton.

Tapi June bukan perempuan tolol yang mudah masuk dalam perangkap. Ia tahu bahwa Daniel akan merasa resah dan terganggu dengan kehadirannya, bahwa suatu hari Daniel akan melakukan sesuatu untuk membungkamnya, bahkan tak mungkin akan melakukan sesuatu yang mengancam nyawanya. Tapi June menolak menyerah. Ia memilih cara berbeda, melakukannya diam-diam, sebisa mungkin menghindari konfrontasi dengan Daniel.

Jika dalam The Departed, kita melihat polisi baik Billy yang diadu dengan polisi jahat Colin dengan sebuah plot twist yang sangat mengejutkan penonton, maka Criminal Record pun sepertinya akan menggunakan jalan yang sama. Dari episode ke episode, kita tak pernah bisa menduga langkah-langkah apa yang akan dilakukan baik Daniel maupun June.

Kita seperti melihat dua pemain catur yang cerdik melakukan serangan tak terduga. Kreator Paul Rutman menggunakan skenarionya untuk memilin cerita dengan mengagumkan yang menghormati penonton dengan terus menerus memberinya kejutan.

Dalam dunia yang ideal, kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan. Dalam dunia yang kita jalani saat ini, paham itu tak selamanya berlaku. Seringkali kebaikan harus menyerah dan berlari ke pinggir lapangan. Seringkali kejahatan merangsek ke tengah arena dan memperlihatkan dirinya dengan tak tahu malu. Kita sudah melihatnya dalam The Departed, juga dalam serial Slow Horses.

Tapi untuk Criminal Record, diam-diam kita berharap bahwa Paul Rutman tengah membangun sebuah dunia yang ideal. Sebuah dunia yang aman dan nyaman untuk kita tinggali bersama. Sebuah dunia di mana polisi betul-betul berfungsi menegakkan hukum. Sebuah dunia di mana polisi baik seperti June akan terus merangsek tanpa meragu untuk menegakkan kebenaran.

Tapi adakah dunia yang ideal seperti itu? Dan di mana tempat polisi jahat seperti Daniel dalam dunia seperti itu? Tentu saja kita berharap tak akan bertemu sosok polisi jahat seperti Daniel Hegarty, pun Ferdy Sambo, yang menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi. Kita juga berharap bahwa keadilan bisa kembali tegak berdiri dan memenangkan para penjaga di garda depan seperti June Lenker atau Hoegeng Iman Santoso.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.