drama korea dengan biaya produksi termahal

7 Drama Korea dengan Biaya Produksi Termahal Selain Moving

Dunia drama Korea telah melahirkan karya-karya megah yang tak hanya memukau dengan alur yang unik dan akting para pemainnya, tetapi tingkat produksi yang luar biasa tinggi membuat drama Korea selalu memuaskan dan menarik di mata penontonnya. Mulai dari aktor papan atas, lokasi syuting dan desain set yang detail, efek CGI, hingga pakaian pun sangat diperhatikan dalam produksi drama Korea.

Drama Korea Moving yang akhir-akhir ini berhasil mencuri perhatian penikmat drakor pun disebut-sebut sebagai drama dengan biaya produksi yang sangat mahal, yaitu sekitar 50 miliar won atau sekitar Rp575 miliar. Angka ini memunculkan spekulasi bahwa Moving menjadi serial drama dengan biaya produksi termahal dalam sejarah produksi drama Korea, setelah Arthdal Chronicles (2019) yang waktu itu disebut-sebut menjadi drakor paling mahal.

Moving sendiri diangkat dari webtoon yang menceritakan sekelompok manusia berkekuatan super yang harus menyembunyikan jati diri mereka demi bertahan hidup. Drama ini dibintangi oleh aktor aktris papan atas, di antaranya Han Hyo-joo, Jo In-sung, Ryu Seung-ryong, Go Yoon-jung, Lee Jung-ha, dan Kim Do-hoon.

Ngomongin soal drama Korea dengan biaya produksi termahal. Dalam artikel ini, KINCIR akan menjabarkan tujuh drama Korea yang telah mencatatkan rekor biaya produksi termahal dalam sejarah industri drama Korea. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini!

Drama Korea dengan biaya produkti termahal selain Moving

1. The King: Eternal Monarch (2020)

Drama Korea yang dibintangi oleh Lee Min-ho dan Kim Go-eun ini menggambarkan dua dunia paralel yakni Korea di masa sekarang dengan Korea dalam bentuk konstitusional monarki. Permasalahan dimulai ketika Iblis lepas ke dunia manusia dan membuka pintu penghubungan dunia paralel. Hal tersebut membuat Kaisar Lee Gon (Lee Min-ho) berusaha menutup pintu penghubung dunia paralel. Sedangkan di sisi yang lain, di Bumi, detektif Jung Tae-eul (Kim Go-eun) berusaha melindungi kehidupan orang-orang dan orang yang dia cintai.

Dalam produksi drama ini, anggaran yang dikeluarkan mencapai 30 miliar won setara dengan sekitar Rp345 miliar. Bintang utamanya, Lee Min-ho, sendiri termasuk salah satu aktor Korea Selatan dengan bayaran tertinggi saat ini. Drakor ini memicu banyak perbincangan karena anggaran yang tinggi, kostum mewah, dan perhiasan yang memukau. Selain itu, bayaran Lee Min-ho diperkirakan mencapai 70 juta won untuk setiap episodenya.

2. Snowdrop (2021)

Dengan anggaran total sekitar 32 miliar won atau setara dengan Rp363 miliar, drama ini juga masuk dalam daftar drama Korea termahal. Snowdrop menampilkan sejumlah besar bintang terkenal, termasuk Jung Hae-in, Jisoo BLACKPINK, Yoo In-na, Jang Seung-jo, dan Kim Hye Yoon. Drama ini sendiri mengisahkan Eun Young-ro (Jisoo), seorang mahasiswi yang menemukan cowok bersimbah darah dalam asramanya.

Cowok tersebut adalah Im Soo-ho (Jung Hae-in), mahasiswa dengan rahasia besar yang berkaitan dengan pergolakan politik Korea pada saat itu. Namun, terlepas dari bahaya yang menghantui Soo-ho, Young-ro tetap jatuh hati kepada sang cowok.

3. Penthouse (2020)

Drama yang menjadi salah satu drama paling populer di tahun 2020 ini menghabiskan anggaran produksi mencapai 32,7 miliar won atau sekitar Rp376 miliar untuk 14 episode. Artinya, setiap episode diperkirakan menghabiskan sekitar Rp27 miliar. The Penthouse berkisah tentang tiga keluarga yang tinggal di apartemen mewah 100 lantai bernama Hera Palace. Ketika hari jadi apartemen tersebut, terjadi kasus pembunuhan yang menewaskan seorang anak.

Tiga keluarga ini berusaha menutupinya dan bikin skenario bahwa sang bocah bunuh diri. Nah, drama Korea ini menyajikan teka-teki pembunuhan seorang anak yang ternyata memiliki latar belakang kompleks dengan para penghuni apartemen.

4. Kingdom (2019)

Kingdom diproduksi dengan anggaran sekitar 35 miliar won atau sekitar Rp402 miliar. Meskipun awalnya direncanakan memiliki 8 episode, biaya produksi yang besar membuatnya hanya memiliki enam episode. Kim Seong-hun, sutradara drama ini mengungkapkan bahwa biaya produksi setiap episodenya mencapai tiga miliar won.

Drakor ini bercerita tentang epidemi yang menyerang beberapa wilayah di era Dinasti Joseon. Para tokoh utamanya pun berjuang untuk menghentikan epidemi, sekaligus berusaha untuk menyelamatkan penduduk. Dengan latar era kerajaan, drakor Kingdom sukses menggabungkan cerita zombie yang mencekam dengan kisah penuh intrik perebutan tahta dan kekuasaan.

5. Bulgasal: Immortal Souls (2021)

Dengan anggaran sekitar 40 miliar won atau sekitar Rp460 miliar, Bulgasal: Immortal Souls adalah drama sejarah ini mengisahkan makhluk abadi bernama Dan Hwal (Lee Jin-wook) yang enggak bisa mati meskipun dibunuh. Dalam keabadiannya, Dan Hwal memburu Min Sang-woon (Kwon Nara) yang sudah menjalani kehidupan manusia berulang kali lewat reinkarnasi. Sedangkan, Ok Eul-tae (Lee Joon) menikmati keabadiannya dengan kekuatan dan kekayaan.

Enggak usah heran jika drama ini diproduksi dengan biaya yang mahal, sebab dalam drama ini menampilkan aksi kuat dan efek khusus sepanjang 16 episode-nya. Berbagai elemen tema yang tidak konvensional, seperti transformasi tubuh, mendapat perhatian khusus dalam produksi ini, yang menghabiskan banyak anggaran untuk menciptakan visual yang luar biasa.

6. Mr. Sunshine (2018)

Mr. Sunshine juga termasuk drama Korea dengan biaya produksi yang mahal yakni dengan total anggaran sekitar 40 miliar won atau sekitar Rp460 miliar untuk 24 episode. Sebagian besar anggaran digunakan untuk menghidupkan kembali elemen bersejarah, desain set yang rumit, efek khusus, dan juga untuk membayar para pemain terkenal seperti Lee Byung-hun, yang kabarnya mendapatkan bayaran 150 juta won per episode atau setara dengan Rp1,9 miliar.

Drama yang digarap oleh Kim Eun-sook ini berhasil menjadi salah satu drama Korea terbaik sepanjang masa. Mr. Sunshine merupakan drama sejarah yang mengusung cerita masa feodal, saat Korea masih dijajah Jepang.  Totalitas semua pemain dalam drama ini pun patut diacungi jempol. Ditambah suasana peperangan, setting masa lampau, dan efek visual yang tampak nyata.

7. Arthdal Chronicles (2019)

Sebelum drama Moving tayang, Arthdal Chronicles terlebih dulu memegang rekor sebagai drama fantasi sejarah termahal dengan anggaran produksi mencapai 54 miliar won atau sekitar Rp621 miliar. Drama ini menjadi sorotan karena penggunaan efek CGI, kostum mewah para pemain, dan desain set yang pernah dituding meniru seri Game of Thrones.

Pemeran utama yang diperankan oleh aktor papan atas, seperti Song Joong-ki dan Kim Ji-won tentu juga meningkatkan biaya produksi. Syuting juga sebagian dilakukan di Brunei dan membangun satu set bangunan khusus di Osan, Gyeonggi. Arthdal Chronicles merupakan drama fantasi berlatar di dunia fiksi yang dipenuhi dengan suku-suku bangsa yang saling bertempur untuk memperebutkan kekuasaan dan sumber daya. Drama ini mengikuti perjalanan karakter-karakter yang memiliki peran krusial dalam membentuk nasib Arthdal.

***

Itulah ke-7 drama Korea dengan biaya produksi termahal selain Moving (2023(. Dalam dunia drama Korea, biaya produksi yang tinggi seringkali sebanding dengan kualitas visual dan pengalaman menonton yang luar biasa. Nah, dari sederet drakor di atas, serial drama mana nih yang paling kamu sukai?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.