Review Serial The New Look (2024)

The New Look (2024)
Genre
  • biografi
  • drama
Actors
  • Ben Mendelsohn
  • David Kammenos
  • Juliette Binoche
Director
  • Todd A. Kessler
Release Date
  • 14 February 2024
Rating
3 / 5

The New Look adalah serial drama biografi Amerika dari kreator Todd A. Kessler. Dikutip dari laman IMDb, serial ini “menjelajahi kebangkitan perancang busana Christian Dior, saat ia melengserkan Coco Chanel dan membantu mengembalikan semangat dan kehidupan ke dunia dengan jejak kecantikan dan pengaruhnya yang ikonik.”

Sebelumnya Todd yang meraih 7 nominasi Primetime Emmy Awards dikenal sebagai penulis skenario sejumlah serial populer seperti The Sopranos (2000-2001) dan membidani serial Bloodline (2015 – 2017). 

The New Look tayang perdana di layanan streaming Apple TV sejak 14 Februari 2024 dan diproduksi sebanyak 10 episode. Sudah lima episode yang ditayangkan dan bisa diikuti kelanjutannya setiap Rabu.

Review serial The New Look (2024)

Di tengah perang dan balas dendam ada Christian Dior dan Coco Chanel

Review Serial The New Look
Sinopsis cerita The New Look 2024. Istimewa.

Tahun 1972, sesaat sebelum istri Presiden Prancis, Georges Pompidou, membuka pameran resmi untuk merayakan kehidupan Coco Chanel, sebuah dokumen kontroversial menyingkap sebuah fakta mengejutkan. Hebe Dorsey, editor mode legendaris International Herald Tribune, melaporkan bahwa pameran tersebut mungkin akan dibatalkan atau, setidaknya, ditunda. DHebe mengungkapkan bahwa Pierre Galante, editor di Paris Match, akan segera membeberkan dokumen mengejutkan dari arsip kontra intelijen Prancis.

Hebe menuduh Coco berselingkuh selama pendudukan Jerman di Paris dengan Baron Hans Gunther von Dincklage: “seorang agen berbahaya dari layanan informasi Jerman – kemungkinan besar adalah agen Gestapo.”

Fakta di atas dikutip dari buku berjudul Sleeping with the Enemy: Coco Chanel’s Secret War yang ditulis Hal Vaughan dan diterbitkan pada tahun 2011. Hal mengungkap kebenaran kolaborasinya di masa perang dan perselingkuhannya yang lama dengan playboy Baron Hans Günther von Dincklage—yang menjalankan jaringan mata-mata dan melapor langsung ke Goebbels.

Vaughan menceritakan bagaimana Chanel menjadi agen Nazi, bagaimana dia lolos dari penangkapan setelah perang dan bergabung dengan kekasihnya di pengasingan di Swiss, dan bagaimana—meskipun ada kecurigaan tentang masa lalunya—ia bisa kembali ke Paris pada usia tujuh puluh dan membangun kembali rumah ikonik, House of Chanel.

Sekelumit fakta ini juga menjadi isu utama yang menarik dari serial 10 episode berjudul The New Look yang bisa ditonton via layanan streaming Apple TV. Kita melihat di tengah perang ada perempuan pionir sehebat Coco yang memilih jalannya sendiri untuk menyelamatkan diri dan bisnisnya.

Di tengah perang dan balas dendam pasca perang juga ada Christian Dior yang selama beberapa waktu berkabung sepeninggal adiknya, Catherine, yang diciduk tentara Jerman dan dibawa ke kamp pekerja paksa. Pada momen ini kita melihat bagaimana keduanya berada di sisi berseberangan di tengah situasi tak menentu yang perlahan bisa menghancurkan harapan dan kehidupan.

Sebuah kisah tentang bagaimana kreasi menghidupkan semangat dan hidup pasca perang

The New Look Apple TV
Serial The New Look Apple TV. Istimewa.

Dengan kalimat pembuka di episode perdana, “this is the story of how creation helped return spirit and life to the world”, tentu saja kita berharap bahwa serial The New Look akan memperlihatkan bagaimana Paris sebagai ibukota fesyen dunia bangkit dari duka setelah perang meluluhlantakkan segalanya. Dan Christian Dior juga Coco Chanel berada di pusat upaya itu.

Episode perdana dibuka pada tahun 1955, saat Coco Chanel (Juliette Binoche) akan meluncurkan koleksi pertamanya sejak ia menutup butiknya pada awal perang dan ia berteriak lantang seakan melontarkan sebuah ancaman perang. “Christian Dior merusak dunia busana Prancis dan saya kembali untuk menyelamatkannya!” 

Dan kita memang lantas melihat bagaimana Christian Dior [Ben Mendehlson] membangun ulang karirnya yang kelak diapresiasi hingga hari ini dengan sebuah peragaan busana yang memajang busana-busana dengan desain mengagumkan. Tapi mengkhianati kalimat pembuka yang menarik dan ucapan Coco yang mencengangkan, The New Look malah sibuk berkutat soal bagaimana Christian terus menerus berjuang keluar dari kesedihannya setelah ditinggal sang adik tercinta dan bagaimana Coco menyelamatkan diri yang dikejar-kejar pihak otoritas Prancis yang menganggapnya sebagai pengkhianat yang patut dihukum seberat-beratnya.

Christian Dior yang bersedih dan Coco Chanel yang ketakutan

Perang bisa jadi memunculkan kualitas terbaik sekaligus terburuk dari seorang manusia. Bagi Christian Dior, perang membuatnya tahu betapa ia sangat mencintai adiknya, bersedih selama beberapa waktu pasca kehilangannya dan juga lantas kehilangan daya kreasinya dalam waktu yang cukup panjang.

Christian yang berhati lembut akhirnya belajar bahwa perang membuatnya lebih menghargai makna keluarga dibanding sebelumnya. Hubungannya yang tak baik dengan ayahnya sebelumnya akhirnya terbayar dengan penerimaan dan tindakan saling memaafkan satu sama lain.

Sementara bagi Coco Chanel, perang memunculkan sifat oportunis dari dirinya. Ia memang tak mencari cara untuk memperkaya diri atau memperlancar bisnisnya dengan menjalin hubungan dengan pihak lawan. Begitupun Coco membiarkan dirinya jatuh di pelukan seorang perwira Jerman yang ganteng begitu saja, membiarkan dirinya menikmati sejumlah perlindungan yang muncul atas hubungan terlarang itu dan kelak memanfaatkan kedekatan itu untuk menghancurkan rekan bisnis yang dianggap memperdayainya.

Dan semua berubah setelah perang usai. Jerman angkat kaki dari Prancis dan hidup yang porak poranda kembali dipungut sisa-sisanya satu persatu. Coco yang menyambut gembira berakhirnya perang tersebut tak bisa merayakannya dalam jangka waktu lama. Pihak otoritas Prancis menelusuri desas-desus yang menyatakan bahwa Coco meniduri perwira Jerman, potensial menjadi mata-mata dan melakukan apapun demi keselamatannya selama perang.

Melihat situasi yang tak menguntungkan dirinya, Coco memboyong keponakannya, Andre dan putrinya, menyeberang ke Swiss untuk mencari perlindungan. Tapi kita juga melihat betapa pedulinya Coco pada Andre yang divonis mengidap TBC dan melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan nyawanya.

Disutradarai perempuan-perempuan tangguh

Meski dianggap gagal menampilkan bagaimana dunia busana menghidupkan kembali Prancis pasca perang namun serial The New Look menarik perhatian karena melibatkan sutradara-sutradara perempuan tangguh. Diantaranya ada Helen Shaver yang sudah menangani sejumlah serial populer sekaligus berkualitas seperti Snowpiercer (2020), Maid (2021) dan Station Eleven (2022).

The New Look juga melibatkan sutradara perempuan, Julia Docournau, yang meraih penghargaan tertinggi di Cannes Film Festival 2021, Palme d’Or, melalui film kontroversial berjudul Titane. Tentu saja keterlibatan dua sutradara perempuan tangguh ini diharapkan memunculkan sisi-sisi feminin, rapuh sekaligus semangat menggelora dari 10 episodenya.

Namun pemilihan sudut pandang yang salah dari kreator Todd A Kessler tak mampu menyelamatkan bagaimana lambannya episode demi episode berjalan, bagaimana berlarut-larutnya sebuah isu harus dihabiskan dalam beberapa episode dan terutama bagaimana terasa tak bergunanya para aktor/aktris kelas A di jajaran pemeran.

Trio Ben Mendehlson, Juliette Binoche dan John Malkovich yang tersia-siakan

Cast serial The New Look
Cast serial The New Look. Istimewa.

Salah satu hal yang menarik perhatian dari serial The New Look sejak pertama kali dpublikasikan adalah jajaran pemain yang dihadirkannya dalam daftar. Aktor asal Australia, Ben Mendehlson, yang dipajang sebagai Christian Dior adalah peraih Primetime Emmy Awards 2017 melalui serial berjudul Bloodline. Di tanah air, kita baru saja melihat penampilan Ben di bioskop dalam film The Marsh King’s Daughter, juga melalui serial Faraway Downs di Disney Plus.

Sementara Juliette Binoche adalah salah satu aktris veteran Prancis yang paling dihormati. Di tahun 1997, Juliette membawa pulang piala Oscar pertamanya berkat penampilannya yang membius dalam The English Patient. Ia juga telah beroleh predikat Best Actress di Cannes Film Festival 2010 melalui film Certified Copy. Sebagai Coco Chanel yang enerjik dan oportunis, di atas kertas Juliette adalah pilihan terbaik untuk memerankan perempuan pendobrak tersebut.

Dan John Malkovich adalah seorang aktor kaliber Amerika yang sudah beroleh 2 nomine Oscar masing-masing untuk film Places in the Heart (1985) dan in the Line of Fire (1994). Berperan sebagai Lucien Lelong yang menyatukan para desainer terkemuka Prancis dalam satu rumah dengan karakternya yang mengayomi, di atas kertas John juga menjadi pilihan terbaik.

***

Sayang sekali memang visi dari kreator yang salah arah dan skenario yang dikerjakan tak maksimal membuat serial The New Look juga beroleh apresiasi buruk dari media terkemuka. Variety menyayangkan bagaimana serial ini seharusnya “bisa saja menggunakan struktur timeline paralel yang menyandingkan trauma dan pemulihan” yang dialami para karakter-karakternya dibanding menyajikan satu persatu yang membuat penonton merasa kelelahan menontonnya.

Sementara The Guardian membuat pernyataan keras mengenai serial ini sebagai “simplistic, grandiose and absurd to the point of insult”. Begitupun masih ada banyak informasi baru yang terungkap dari episode demi episode yang mestinya masih bisa membuat serial The New Look layak diikuti hingga episode akhir.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.