Review Serial Slow Horses (2023)

Review Serial Slow Horses
Genre
  • drama
  • thriller
Actors
  • Gary Oldman
  • Jack Lowden
Director
  • James Hawes
  • Jeremy Lovering
Release Date
  • 01 April 2022
Review Slow Horses
Rating
4 / 5

Slow Horses adalah serial tentang agen rahasia Inggris yang tayang di Apple TV sejak April 2022. Setiap musimnya menyajikan 6 episode. Sejauh ini Slow Horses sudah mengadaptasi 3 novel karya Nick Herron dari serial Slough House masing-masing-masing berjudul Dead Lions, Real Tigers dan Spook Street.

Sejak kemunculannya, Slow Horses perlahan bisa menarik perhatian penonton di seluruh dunia. Pengakuan atas kecemerlangan karya ini sudah dibuktikan dengan perolehan 5 nomine dari BAFTA Awards termasuk untuk Jack Lowden (Supporting Actor) dan Gary Oldman (Lead Actor).

Musim ketiganya sudah tayang di Apple TV sejak 29 November 2023.

Review Slow Horses (2023)

Bagaimana mengadaptasi novel karya “novelis mata-mata terbaik di generasinya”?

Tahun 2010. Nick Herron mempublikasikan novel jilid pertama dari serial Slough House berjudul Slow Horses. Tapi tak ada apapun yang terjadi.

Slow Horses sesungguhnya sebuah novel menarik tentang kelompok nasionalis, Sons of Albion, yang menculik seorang standup comedian Muslim Inggris, mengancam akan memenggal kepalanya dalam waktu 48 jam. Tapi ketika dirilis, penjualan novel itu buruk meskipun sesungguhnya tak pernah benar-benar mengecewakan Nick.

Hingga kelak novel tersebut diadaptasi menjadi serial yang tayang di Apple TV pada April 2022. Hidup Nick yang semula slow pun berubah, ia pun dinobatkan oleh The New Yorker sebagai “novelis mata-mata terbaik di generasinya” mengikuti jejak John Le Carre.

Kisah tentang agen MI5 yang terbuang

Review serial Slow Horses. Istimewa.

Kita tahu soal agen rahasia MI5 atau MI6 dari sejumlah film. Sejauh ini yang paling terkenal bisa jadi franchise super populer, James Bond. Biasanya, agen rahasia ini ditampilkan sebagai sosok dengan fisik sempurna, tunggangan mobil super canggih dan tentu saja barisan gadget yang memperlancar operasi rahasia nan berbahaya.

Tapi Nick melihat hal yang berbeda dari apa yang ditampilkan dalam banyak film sebelumnya. Ia justru memperkenalkan sejumlah agen cemerlang yang dengan sejumlah alasan akhirnya dibuang ke Slough House. Mereka tetap berada di bawa naungan Secret Service namun mereka tak bekerja di gedung mentereng di Regent Park melainkan di sebuah gedung kumuh di kawasan Barbican, London. 

Dalam episode perdana musim pertama yang tayang pada 1 April 2022, kita bertemu dengan River Cartwright, seorang agen muda yang didepak dari Regent Park dan dibuang ke Slough House. River tak pernah memahami sebesar apa kesalahannya hingga harus dibuang ke tempat itu. Tapi hidup terus berjalan dan akhirnya ia menemukan dirinya harus melanjutkan hidupnya. Ia bekerja di bawah supervisi Jackson Lamb, seorang perokok dan peminum kelas berat, yang selalu tampil awut-awutan dengan rambut sebahu berminyak dan dengan omongan pedas yang hampir selalu keluar dari mulutnya.

Kita pun berpikir bahwa seperti namanya Slough House hanya akan menawarkan kehidupan yang lamban. Tapi ternyata salah besar, pemirsa. Kehidupan berjalan begitu cepat, dengan bahaya menantang terus menerus dan tak jarang beresiko menghilangkan nyawa mereka. Plot ini berhasil menggambarkan intensitas cerita dengan elemen thriller yang kuat.

Menjadi serial bertema agen rahasia penuh kejutan

Via Istimewa

Sebagaimana novelnya yang meski awalnya tak dilirik, serialnya pun pelan-pelan menjaring pemirsa setia. Bisa jadi tak banyak yang membayangkan bahwa serial dengan 6 episode di setiap musimnya tersebut bisa tampil mengejutkan. Kreator sekaligus penulis skenario, Will Smith, berada di balik sukses Slow Horses karena berhasil mengeksekusi cerita dengan tensi ketegangan yang diperhitungkan secara presisi di tiap episodenya. Sebelumnya Will berpengalaman dalam serial Veep yang membuatnya beroleh Primetime Emmy sebanyak 2 kali. 

Selain faktor skenario, karakterisasi juga memegang peranan penting dalam sukses serial Slow Horses. Kita melihat karakter-karakter anomali yang bisa jadi belum pernah kita lihat di film-film yang sebelumnya mengetengahkan karakter agen rahasia. Di sini kita melihat sosok para agen tangguh yang bekerja tanpa dukungan besar, rela mempertaruhkan nyawa dan yang paling penting tak kurang cemerlang dari para agen rahasia yang mendapat fasilitas berlimpah di Regent Park.

Jackson yang menjadi pemimpin bukanlah jenis pemimpin yang biasa kita lihat dalam rantai komando agen rahasia. Penampilan fisiknya sama sekali tak mendukung, ia juga tak pernah berusaha menonjol tapi kita tahu betapa cemerlangnya ia, betapa intuitifnya ia merasakan sebuah ancaman akan terjadi dan betapa tenangnya ia mengantisipasi setiap kejadian. 

Di sisi lain kita melihat sosok agen rahasia dengan darah muda menggelegak seperti River. Yang seringkali bertindak tanpa perhitungan matang pada awalnya namun pelan-pelan belajar dari Jackson. Aksi River tak kalah dari James Bond dalam mengejar sesuatu, mengupayakan hal-hal mustahil dan mencoba berkelit dari kesempatan sekecil apapun. 

Gary Oldman dalam salah satu penampilan terbaiknya

Sebelum memainkan karakter eksentrik, Jackson Lamb, dalam Slow Horses, sesungguhnya Gary Oldman sudah pernah memainkan peran sebagai agen rahasia. Dalam Tinker Tailor Soldier Spy (2011) yang diadaptasi dari novel John Le Carre, Gary ditantang untuk menjadi seorang agen rahasia veteran bernama George Smiley. George dipaksa menunda masa semi-pensiunnya dan diberi tugas berat: mengungkap agen Soviet di MI6.

Tapi kita tak melihat jejak apapun dari Gary sebagai George Smiley dalam diri Jackson Lamb. Keduanya mewujud di tubuh yang sama namun menjelma sebagai entitas yang sama sekali berbeda. Dan tentu saja kecemerlangan akting Gary kembali diuji di Slow Horses

Seorang aktor yang baik tak berakting tapi ia menjadi karakternya. Dalam sebuah kesempatan, Julianne Moore sempat berucap, “saya mencari kebenaran. Penonton tak datang untuk melihatmu, mereka datang untuk melihat dirinya sendiri”. Serupa dengan Julianne, sebagaimana dikutip dari Esquire, Gary pun pernah berkata bahwa “akting adalah hidup secara jujur dalam kondisi khayalan”.

Apa yang dilakukan Gary dalam sejumlah perannya diantaranya dalam peran yang memberinya piala Oscar di tahun 2018 dalam Darkest Hour hingga menjadi seorang agen rahasia eksentrik sejenis Jackson Lamb terasa jujur dan dekat. Berbeda dengan James Bond yang terasa terlalu sempurna untuk hidup di dunia nyata, sosok Jackson di tangan Gary Oldman dengan sisi manusiawinya yang kesepian, seringkali terlalu bergantung dengan orang lain, justru membuat kita merasa menemukan diri kita dalam karakter tersebut.

Dua episode pertama musim ketiga yang mencengangkan

Sekali lagi Slow Horses kembali datang dengan kualitas mencengangkan. Dua episode perdananya digenjot secara cepat dan langsung membawa kita pada sebuah aksi penculikan dari Catherine Standish, asisten Jackson. Diawali dengan adegan pembukaan di Istanbul yang melibatkan dua karakter baru, Alison dan Sean, kita tahu bahwa Slow Horses mencoba terus menaikkan tak hanya tingkat ketegangan namun juga masalah yang melingkupi agensi tersebut.

Sejatinya urusan sebesar ini memang seharusnya dijalankan oleh MI5 namun Jackson tahu betul bahwa agen-agen rahasia didikannya bisa diandalkan. Tapi Jackson mencoba menyembunyikan kegugupannya ketika tahu bahwa Catherine yang selalu menjadi tangan kanannya untuk urusan apapun tiba-tiba menghilang begitu saja. Catherine yang bekerja secara metodis tentu saja tak mungkin absen dari pekerjaannya tanpa pemberitahuan. Dan penculik tahu bahwa menculik Catherine mengirim pesan tanda bahaya level tinggi ke Jackson.

Maka sekali lagi kita melihat River beraksi dengan penuh kegugupan dan rasa penyesalannya. Sehari sebelumnya ia merasa berlaku tak pantas pada Catherine hanya karena persoalan sejumlah dokumen. Dan kini Catherine diculik dan jika tuntutan penculik tak dipenuhi, bisa jadi ia pulang tinggal nama.

Maka kita mencurigai bahwa di episode selanjutnya kita akan melihat terbongkarnya hubungan tak biasa Jackson dan Catherine yang tak pernah terungkap. Bukan hubungan seksual tentu saja, lebih kepada bagaimana Jackson sebegitu tergantungnya pda Catherine dan bagaimana Catherine merasa berutang budi teramat dalam pada Jackson yang membereskan masalahnya di masa lalu. 

***

Dengan dua episode yang mencengangkan, kita boleh berharap akan mendapatkan aksi-aksi yang lebih seru, ketegangan yang lebih meningkat dari sebelumnya dan terutama bagaimana agen-agen rahasia yang dipandang sebelah mata itu terus bekerja menyabung nyawa atas nama pekerjaan dan negeri yang mereka cintai dalam 4 episode berikutnya. 

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.