review film horor talk to me 2023

Review Film Talk to Me (2023)

Talk to Me
Genre
  • horor
Actors
  • Alexandra Jensen
  • Joe Bird
  • Sophie Wilde
Director
  • Danny Philippou
  • Michael Philippou
Release Date
  • 23 August 2023
poster film talk to me
Rating
4 / 5

*(SPOILER ALERT) Review film Talk to Me ini sedikit mengandung bocoran yang semoga saja enggak mengganggu buat kamu yang belum nonton.

Menjelang akhir Agustus 2023 ini, kita kedatangan film horor terbaru asal Australia, yaitu Talk to Me. Film horor ini pun didistribusikan oleh A24 yang sebelumnya menuai kesuksesan lewat film Everything Everywher All at Once (2022). Talk to Me pun sudah tayang sejak Juli 2023 lalu dan menuai pujian sehingga menjadi salah satu film yang sangat dinantikan oleh penikmat genre horor di Indonesia.

Sinopsis film Talk to Me berkisah tentang sekelompok remaja yang mengetahui bahwa mereka bisa melihat roh dengan cara memegang sebuah tangan yang misterius. Caranya pun gampang, mereka cukup mengatakan, “Talk to me,” untuk bertemu dengan sang roh, dan juga mengucap, “I let you in,” untuk membiarkan roh merasuki tubuh mereka sambil tetap memegang tangan misterius tersebut.

Para remaja ini pun hanya bisa melakukan hal ini dalam durasi 90 detik jika tidak ingin roh tersebut mengambil alih tubuh mereka untuk selamanya. Pada awalnya, mereka melakukan ritual supernatural ini untuk bersenang-senang. Namun, malapetaka datang menghampiri ketika salah satu dari mereka terlalu berlebihan saat melakukan ritual tersebut.

Nah, sebelum kamu nonton film horor Talk to Me di bioskop, simak terlebih dahulu ulasan KINCIR berikut ini, ya!

Review film horor Talk to Me

Horor supernatural yang dikemas dengan menegangkan dan intens

Berdasarkan sinopsisnya tersebut, premis Talk to Me sebenarnya enggak beda jauh dari kebanyakan film horor di mana ada sekumpulan remaja yang berusaha memanggil roh lewat ritual supernatural. Mulai dari Ouija (2014) hingga Jailangkung (2017) sekalipun. Namun, media yang digunakan oleh para remaja di film Talk to Me bisa dibilang baru sehingga membuatnya terasa lumayan fresh.

Tangan yang digunakan untuk ritual supernatural dalam film ini juga terbilang menambah nuansa menegangkan terhadap jalan ceritanya, terlebih setlah tahu asal-usul dar tangan itu. Keberadaan tangan tersebut, serta proses pemanggilan rohnya juga kemungkinan besar akan menjadi sebuah tren pada dunia nyata karena memang merupakan sesuatu yang sangat ikonis dalam filmnya.

Ketegangan dalam film ini juga bisa dibilang terasa sangat intens. Dengan durasi 95 menit, film ini berhasil menghadirkan rasa mencekam sejak awal dengan jeda ‘momen tenang’ yang terbilang cukup singkat. Satu-satunya kekurangan terletak pada bagian menjelang ending-nya yang menurut KINCIR kurang dijelaskan secara detail sehingga cukup bikin penonton bingung apa yang sebenarnya terjadi.

Akting kesurupan yang sukses membuat penonton merinding

Sebagai film horor asal Australia, rasanya enggak heran kalau seluruh pemain dalam Talk to Me adalah aktor asal Negeri Kangguru yang kita tidak pernah lihat jika enggak nonton film-film asal Australia. Namun, performa dari para aktor Australia dalam film ini ternyata berhasil memukau penonton. Mulai dari Sophie Wilde, Alexandra Jensen, Joe Bird, Otis Dhanji, hingga Miranda Otto.

Secara garis besar, performa dari Sophie Wilde yang berperan sebagai Mia selaku karakter utama dalam film ini memang jadi yang paling menonjol dan bikin penonton terpikat. Meski begitu, akting dari para pemain pendukung lainnya juga enggak bisa dipandang sebelah mata, terutama ketika mereka sedang berada dalam mode kesurupan.

Sebab, saat sedang kesurupan, mereka harus bersikap layaknya roh yang merasuki karakter mereka yang tak jarang punya sifat bertolak belakang. Momen Riley yang diperankan oleh Joe Bird pada film ini kerasukan pun menjadi salah satu adegan yang berhasil membuat penonton merinding dan merasa ngeri.

Visual brutal yang bikin ngilu

Istimewa

Sebagai sebuah film horor, Talk to Me berhasil menghadirkan beberapa momen jump scare yang bikin terkejut dengan scoring yang cukup menggelegar. Namun, kalau bisa dibilang, film ini bukanlah tipe horor yang menjual jump scare sebagai elemen utama untuk menakuti penontonnya. Sebab, momen jump scare pada film ini terbilang sangat sedikit.

Namun, jangan kecewa terlebih dahulu. Hal ini karena Talk to Me menguatkan kengerian lewat berbagai momen yang terasa sangat brutal dan penuh darah. Momen tersebut pun menjadi bernuansa jauh lebih brutal lagi dengan cara pengambilan gambar yang membuat penonton merasa ngilu.

Apalagi, deretan momen brutal pada film ini pada umumnya dihadirkan menggunakan practical effects, bukan CGI sehingga terasa lebih nyata dan juga semakin terlihat ngilu.Jadi, kalau bisa dibilang Talk to Me adalah film horor yang lebih menjual kengerian lewat elemen gore ketimbang jump scare.

***

Talk to Me terbilang berhasil mengemas kisah supernatural yang ‘klise’ menjadi sebuah cerita horor bertema remaja yang terasa segar, intens, dan juga penuh kebrutalan. Jika kamu tertarik, film horor ini bisa disaksikan di sejumlah bioskop Indonesia mulai 23 Agustus 2023.

Nah, bagaimana tanggapan kamu dengan review film horor tersebut? Share pendapat kamu dan ikuti terus KINCIR untuk ulasan film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.