American Fiction

Review Film American Fiction (2023)

American Fiction
Genre
  • drama
  • komedi
Actors
  • Issa Rae
  • Jeffrey Wright
  • Sterling K. Brown
  • Tracee Ellis Ross
Director
  • Cord Jefferson
Release Date
  • 15 December 2023
American Fiction
Rating
4 / 5

*Spoiler Alert: Review film American Fiction mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Academy Awards belum lama ini akhirnya mengumumkan film yang mendapatkan penghargaan “Best Picture” Oscar 2024, yaitu Oppenheimer (2023). Selain Oppenheimer, ada sembilan film lainnya yang berkompetisi di nominasi “Best Picture” Oscar 2024, salah satunya adalah American Fiction (2023). Walau tidak menang “Best Picture”, American Fiction tetap membawa pulang piala Oscar dengan memenangkan penghargaan “Best Adapted Screenplay”.

American Fiction digarap oleh Cord Jefferson, yang faktanya ini adalah film debut Jefferson sebagai sutradara. Selain menyutradarai, Jefferson juga menggarap naskah American Fiction. Film ini dibintangi oleh Jeffrey Wright, Tracee Ellis Ross, Issa Rae, Sterling K. Brown, dan aktor lainnya. Berkat film ini, Wright masuk nominasi “Best Actor” Oscar 2024 dan Brown masuk nominasi “Best Supporting Actor” Oscar 2024.

Trailer American Fiction

Diadaptasi dari novel Erasure karya Percival Everett, American Fiction berkisah tentang Thelonious “Monk” Ellison, seorang penulis kulit hitam yang menemukan buku laris karya penulis kulit hitam lainnya, yang isinya mengangkat berbagai stereotipe orang kulit hitam. Kesal karena buku tersebut hanya menjual simpati untuk para pembaca kulit putih, Monk kemudian menulis buku serupa sebagai lelucon. Enggak disangka, buku tersebut malah diterima dengan sangat baik.

Review film American Fiction

Satir untuk menyentil pihak yang “memaksa” keragaman supaya terlihat relevan

American Fiction

Sebagian dari kamu pasti pernah merasa bahwa berbagai industri, termasuk industri perfilman, terkadang terlalu berlebihan memasukan keragaman untuk terlihat relevan dan berempati kepada pihak minoritas. Nah, isu tersebutlah yang diangkat dalam cerita American Fiction. Berhubung ini adalah film Amerika Serikat, American Fiction pun mengangkat isu tersebut dari sudut pandang orang kulit hitam.

Sentilan yang disampaikan dari American Fiction pun ditampilkan dengan begitu gamblang dan straight to the point. Film ini tanpa ragu memperlihatkan bagaimana kaum mayoritas (orang kulit putih) yang dengan begitu gampangnya dibuat terenyuh dan berempati kepada karya kaum minoritas (orang kulit hitam), padahal karya yang dibuat orang kulit hitam tersebut sebenarnya tidak berkualitas.

Menariknya lagi, film ini menampilkan karakter utama, Monk, yang tidak memiliki rasa trauma terhadap statusnya sebagai orang kulit hitam. Monk bahkan ingin berkarya sebagai seorang penulis pada umumnya dan tidak mau menggunakan status orang kulit hitamnya untuk menarik simpati dan empati orang lain terhadap dirinya. American Fiction seakan membuktikan bahwa film yang mengangkat isu rasial enggak harus selalu mengeksploitasi trauma.

Selain mengangkat isu “memaksakan keragaman” untuk terlihat relevan, American Fiction juga mengangkat isu tentang keluarga, generasi sandwich, dan kehidupan pekerjaan yang tentunya relate dengan kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi, film ini juga menampilkan elemen komedi yang membuat filmnya tetap terasa menyenangkan walau mengangkat isu yang berat.

Para aktor yang menampilkan pesonanya masing-masing

American Fiction

Berhubung filmnya diambil dari sudut pandang karakter kulit hitam, American Fiction memang didominasi oleh aktor kulit hitam. Jeffrey Wright pun hadir sebagai pemeran utama yang memerankan Thelonious “Monk” Ellison. Perlu diakui bahwa Wright berhasil memandu filmnya dengan sangat baik. Dia mampu membuat Monk menjadi karakter menarik dengan sifat pesimisnya, pemarahnya, tetapi memiliki sisi lembut.

Selain Wright, para aktor lain yang membintangi American Fiction juga menampilkan akting tidak kalah bagus dengan sang aktor utama. Tracee Ellis Ross, Sterling K. Brown, John Ortiz, Erika Alexander, Myra Lucretia Taylor, dan Raymond Anthony Thomas berakting dengan sangat natural di film ini dengan gaya khas masing-masing dari karakter mereka. Ditambah lagi dengan Leslie Uggams yang memerankan karakter Alzheimer dengan sangat baik.

Tampilkan pemandangan laut yang memperindah visualnya

American Fiction

American Fiction menceritakan bahwa Monk dan keluarganya memiliki rumah pantai yang berlokasi di Boston. Enggak heran film ini menampilkan banyak adegan berlatar pantai, khususnya adegan yang menampilkan interaksi di antara keluarganya Monk. Latar pantainya benar-benar berjasa dalam menambah nilai estetika filmnya.

Selain pemilihan latar pantainya, visual America Fiction juga terlihat cukup nyaman dipandang mata dengan siematografi yang cukup apik dari sinematografer Cristina Dunlap. Visual film ini diambil dengan beberapa angle yang tepat dalam meng-capture keseluruhan momen yang diceritakan filmnya.

***

American Fiction hadir sebagai satir untuk menyentil pihak-pihak yang “memaksakan” keragaman supaya terlihat relevan. Film ini menyampaikan pesannya secara gamblang dan straight to the point. Di samping itu, pemilihan elemen komedi yang mengiringi ceritanya pun membuat film ini terasa lebih dapat dinikmati. Menyenangkan.

Setelah baca review film American Fiction, apakah kamu jadi tertarik menonton film drama komedi ini? Buat yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.