A Haunting in Venice

Review Film A Haunting in Venice (2023)

A Haunting in Venice
Genre
  • horor
  • misteri
Actors
  • Jamie Dornan
  • Kenneth Branagh
  • Michelle Yeoh
  • Tina Fey
Director
  • Kenneth Branagh
Release Date
  • 13 September 2023
A Haunting in Venice
Rating
4 / 5

*Spoiler Alert: Review film A Haunting in Venice mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Detektif Hercule Poirot kembali lagi memecahkan misteri di film ketiganya yang berjudul A Haunting in Venice. Buat kamu yang belum tahu atau lupa, Poirot adalah sosok detektif fiktif yang telah muncul di dua film, yaitu Murder on the Orient Express (2017) dan Death on the Nile (2022). Seperti dua film sebelumnya, A Haunting in Venice juga diadaptasi dari novelnya Agatha Christie, kali ini yang berjudul Hallowe’en Party.

Seperti Murder on the Orient Express dan Death on the Nile, A Haunting in Venice kembali disutradarai oleh Kenneth Branagh. Branagh juga kembali memerankan Poirot di film terbaru ini. A Haunting in Venice menampilkan deretan aktor yang tidak muncul di dua film sebelumnya, di antaranya Kyle Allen, Camille Cottin, Jamie Dornan, Tina Fey, Michelle Yeoh, dan aktor lainnya.

Trailer A Haunting in Venice

A Haunting in Venice dibuka dengan Hercule Poirot yang memutuskan pensiun sebagai detektif. Hingga suatu hari, teman lamanya Poirot yang merupakan penulis novel, Ariadne Oliver, datang menemui Poirot. Ariadne mengajak Poirot untuk membuktikan kepalsuan seorang paranormal bernama Joyce Reynolds. Enggak disangka, ajakannya Ariadne membuat Poirot harus berhadapan dengan kasus pembunuhan yang harus dipecahkan.

Review film A Haunting in Venice

Film Hercule Poirot dengan konsep paling berbeda dari dua film sebelumnya

A Haunting in Venice

Jika kita kilas balik ke dua film Hercule Poirot sebelumnya, Murder on the Orient Express dan Death on the Nile memiliki satu persamaan, yaitu adanya kejadian pembunuhan yang terjadi di atas kendaraan. Pembunuhan di atas kereta terjadi pada film pertamanya dan pembunuhan di atas kapal terjadi pada film keduanya. Nah, misteri pembunuhan yang terjadi di A Haunting in Venice mengambil latar tempat yang berbeda dari dua film sebelumnya, yaitu sebuah rumah mewah di Venesia.

Latar tempat di rumah juga bukan satu-satunya hal baru yang bisa kamu temukan di A Haunting in Venice. Jika dua film sebelumnya benar-benar pure bergenre misteri, film ketiganya hadir dengan tambahan genre horor supranatural pada ceritanya. Bayangkan, sosok yang selalu berpikir logis seperti Poirot kini dihadapkan dengan kasus berbau supranatural yang tentunya bukan sesuatu yang bisa diterima dia secara logika.

Dua hal bertentangan antara Poirot dan supranatural malah membuat cerita A Haunting in Venice jadi semakin menarik. Soalnya, kita bisa melihat pergulatan Poirot yang mana kelogisannya mulai tergoyahkan dengan berbagai hal supranatural yang dia alami, tetapi dia juga harus memecahkan misteri dengan logikanya. Lokasi rumah mewah yang jelas lebih kompleks dari kereta dan kapal juga membuat Poirot harus lebih cermat dalam menjelajahi petunjuk.

Berhubung ada elemen horor di A Haunting in Venice, bersiaplah untuk menemukan beberapa jump scare dalam filmnya. Jika dibandingkan film yang pure bergenre horor, jump scare yang ditampilkan A Haunting in Venice bisa dibilang cukup “jinak”. Namun kejinakan jump scare itulah yang membuat elemen horornya jadi tidak terkesan maksa. Sutradara Kenneth Branagh cukup berhasil mengawinkan elemen horor ke film ini tanpa menutupi elemen detektif yang menjadi premis utamanya.

Walau konsep A Haunting in Venice lebih segar daripada dua film sebelumnya, saya merasa bahwa proses Poirot dalam memecahkan misteri film ini tidak sedetail dua film sebelumnya, karena lebih banyak menampilkan konflik Poirot berusaha melawan hal supranatural dengan logikanya. Namun untuk urusan plot twist, A Haunting in Venice jauh lebih baik dari film keduanya, khususnya plot twist terakhir dari film ini.

Ansambel aktor yang tampil dengan sangat baik

A Haunting in Venice

Sudah menjadi ciri khas film Hercule Poirot bahwa setiap filmnya menampilkan deretan karakter berbeda dari film sebelumnya, kecuali Poirot sendiri. Begitu juga dengan A Haunting in Venice yang benar-benar menampilkan karakter baru yang belum pernah muncul di dua film sebelumnya. Berhubung semua karakter A Haunting in Venice adalah baru, kamu juga bakal bertemu dengan aktor-aktor berbeda dari dua film sebelumnya.

Penampilan Kenneth Branagh sebagai Hercule Poirot tentunya enggak perlu dipertanyakan lagi. Kualitas akting Branagh sebagai Poirot sama sekali tidak menurun di film ketiganya. Penampilan Branagh yang apik juga didukung dengan aktor-aktor lainnya yang tampil sangat baik memerankan karakternya masing-masing, khususnya dengan Tina Fey yang memerankan Ariadne Oliver.

Berhubung Ariadne bertindak seperti asisten selama Poirot memecahkan misteri, Branagh dan Fey berhasil menciptakan chemistry yang baik di sepanjang film ini. Namun selain Branagh dan Fey, penampilan lainnya yang paling mencuri perhatian adalah Michelle Yeoh yang berperan sebagai Joyce Reynolds. Enggak bisa dimungkiri bahwa penampilan Yeoh di film ini benar-benar meninggalkan kesan.

Visual bernuansa gotik dan scoring mencekam

A Haunting in Venice

Seperti yang sudah disebutkan beberapa kali pada poin-poin di atas, A Haunting in Venice hadir sebagai film misteri dengan elemen horor supranatural. Untuk menambah kesan horor pada filmnya, sutradara Kenneth Branagh dan sinematografer Haris Zambarloukos mengemas A Haunting in Venice dengan nuansa gotik yang begitu gelap dan mencekam. Nuansa gotiknya semakin terasa berkat desain produksi rumahnya yang benar-benar mendukung.

Sutradara Branagh dan sinematografer Zambarloukos juga menggunakan shot close up dengan angle sudut miring, yang mengingatkan saya dengan shot-shot ala film horor jadul, yang jelas terasa cocok dengan filmnya yang berlatar waktu pada 1947.

Selain visual, aspek lain yang benar-benar membangun nuansa mencekam A Haunting in Venice adalah scoring-nya. Jelas saja scoring film ini begitu apik karena dibuat oleh Hildur Guonadottir, sosok yang juga bertanggung jawab dalam penggarapan musik dan scoring untuk Joker (2019). Guonadottir berhasil menciptakan musik dan scoring yang indah tetapi terasa haunting dan mencekam.

***

A Haunting in Venice jelas menghadirkan konsep yang paling segar di antara dua film Hercule Poirot sebelumnya karena menambahkan elemen horor pada ceritanya. Elemen horornya pun ditampilkan dengan porsi yang pas sehingga tidak menutupi elemen detektif yang menjadi premis utama film ini. Dibandingkan Death on the Nile, plot twist yang ditampilkan A Haunting in Venice jelas jauh lebih baik.

Setelah baca review film A Haunting in Venice, apakah kamu jadi tertarik menonton film misteri ini? Buat yang sudah menonton, jangan lupa bagikan pendapat kamu tentang film ini, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.