(REVIEW) Si Manis Jembatan Ancol (2019)

Si Manis Jembatan Ancol
Genre
  • drama
  • horor
Actors
  • Arifin Putra
  • Indah Permatasari
  • Ozy Syahputra
  • Randy Pangalila
Director
  • Anggy Umbara
Release Date
  • 26 December 2019
Rating
3 / 5

*(SPOILER ALERT) Artikel ini sedikit mengandung bocoran film Si Manis Jembatan Ancol yang semoga saja enggak mengganggu buat kalian yang belum nonton.

Film Si Manis Jembatan Ancol bisa dibilang memberi harapan bagi penggemar sinetron dan film jadulnya. Bahkan, saat first look-nya rilis, banyak yang enggak sabar dan berekspektasi lebih pada film yang tayang mulai 26 Desember ini.

Menceritakan tentang Maryam (Indah Permatasari), seorang wanita cantik, istri pengusaha ternama, Roy (Arifin Putra), yang sedang mengalami kebangkrutan sehingga menyebabkan renggangnya hubungan mereka.

Di tengah jarak di antara Maryam dan Roy, hadirlah Yudha (Randy Pangalila), seniman muda yang memberi warna di kehidupan Maryam. Kebahagiaan Maryam tak berlangsung lama, cemburu buta Roy membuat nyawanya berakhir tragis. Maryam kembali untuk menuntut balas.

Lalu, apakah ada kesamaan antara film Si Manis Jembatan Ancol terbaru ini dengan film dan sinetronnya yang lampau? Yuk, simak review dari KINCIR di bawah ini.

Kemas Isu Perempuan pada Titik Aman

Nyatanya, film Si Manis Jembatan Ancol terbaru ini memiliki kisah yang berbeda dengan adaptasi lainnya. Anggy Umbara, sebagai sutradara pun enggak ingin mengulang materi yang sebelumnya udah disaksikan publik. Yap, Anggy memilih untuk menampilkan kisah nyata Si Manis Jembatan Ancol dengan memasukkan beberapa referensi dari film dan sinetron yang hype era ’90-an.

Film produksi terakhir MVP di 2019 ini pun lebih banyak dramanya ketimbang horornya. Sepertiga film isinya drama yang membosankan buat yang mengharapkan sisi horornya. Terlalu lama saat pengenalan karakter di awal. Namun, bisa jadi, hal itu ditampilkan karena memang kisah nyata Si Manis Jembatan Ancol enggak sehoror yang dibayangkan.

Dok. MVP Pictures

Lalu sepertiga tengah, Anggy mulai menaikkan intens jump scare yang muncul. Cara Si Manis balas dendam pun mengingatkan kita pada film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018), yakni mendatangkan tiap tokoh dengan adegan pembunuhan yang berbeda-beda.

Lokasi di jembatan pun benar-benar dijadikan ikon dan konsisten digunakan oleh Anggy. Jembatan jadi tempat Si Manis dibunuh, Si Manis gentayangan, Si Manis menggantung korbannya, dan nasib akhir Si Manis.

Twist yang Kurang Gereget

Dok. MVP Pictures

Sayangnya, adegan balas dendam yang ditampilkan kurang bikin penonton merasakan kekesalan yang sama seperti perasaan Si Manis. Adegan balas dendam ditampilkan kurang detail.

Terdapat plot twist yang menjawab kekejian dari balas dendam Si Manis. Namun, lagi-lagi kurang dieksplorasi maksimal. Hanya beberapa korban yang bisa kita saksikan. Beberapa korban lainnya enggak ditampilkan. Padahal jika bisa ditampilkan, bisa menjawab kebingungan penonton soal cara Maryam membunuh para korbannya.

Karakter Tampil Beda Karena Latar Jadul

Pengembangan karakter yang dilakukan Anggy Umbara terasa natural dan masuk akal. Ditambah, nuansa era '70-an juga mendikte para pemain untuk berperilaku dan berbahasa di zaman tersebut.

Indah Permatasari nyatanya bisa menjawab rasa ragu penonton dalam memerankan Maryam alias Si Manis. Sosoknya telah memesona sejak film dimulai.

Dok. MVP Pictures

Lalu, ada Arifin Putra sebagai suami Maryam yang memiliki penampilan berbeda dibandingkan dengan film-film lainnya. Bukan hanya fisik, tapi juga perilaku. Ada Randy Pangalila sebagai Yudha, pelukis yang memiliki hati tulus dan mengagumi Maryam.

Menariknya, ada Ozy Syahputra yang sebelumnya berperan sebagai hantu di film dan sinetron jadulnya. Kini, Ozy berperan sebagai rentenir jahat. Yap, berbeda 180 derajat dengan perannya di masa lalu.

Visual Jadul yang Berasa Horornya

Dok. MVP Pictures

Film ini enggak berusaha tampil seram dengan kehadiran hantu perempuan. Malah, desain produksi pada setting tempat yang berhasil tampilkan suasana horor. Jump scare yang ada hanya jadi pelengkap.

Begitu pula dengan scoring-nya. Satu lagi yang jadi kejutan. Di akhir film, terdapat adegan referensi atau bahkan bisa disebut prekuel dari film dan sinetron Si Manis Jembatan Ancol versi jadul. Yap, tungguin aja, ya, sampai film selesai.

Dok. KINCIR

Secara garis besar, film Si Manis Jembatan Ancol tampil beda dan sajikan tontonan baru dibandingkan kisah sebelumnya. Jika kalian mengharapkan cerita yang bikin ngakak, film ini bukan pilihan. Sementara, jika kalian ingin tahu kisah nyata Si Manis Jembatan Ancol, film ini jawabannya.

***

Oh ya, film ini diperuntukkan untuk penonton yang berusia lebih dari 17 tahun. Mengingat, ada adegan sadis, kekerasan, dan kevulgaran yang dipertontonkan. Film ini udah tayang sejak 26 Desember dan bisa jadi pilihan film horor penutup tahun 2019.

Buat yang udah nonton, bagikan pendapat kalian di kolom bawah, ya. Dan ikuti review film, serial, dan anime lainnya hanya di KINCIR.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.