5 Pelajaran Hidup dalam Film Keluarga Cemara

Film Keluarga Cemara yang diadaptasi dari serial TV era 1990-an karya Arswendo Atmowiloto dinilai sukses membuat penontonnya bernostalgia. Enggak hanya itu, film garapan Yandi Laurens ini juga dianggap berhasil membuat air mata berlinang lewat kisahnya yang menguras emosi.

Dibintangi sejumlah aktor papan atas seperti Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir, film ini mengisahkan sebuah keluarga kaya yang tiba-tiba jatuh miskin. Dari cerita ini, pastinya banyak pelajaran tentang kehidupan yang disajikan.

Berikut ini sudah dirangkum sejumlah pelajaran yang bisa dipetik dari film Keluarga Cemara.

 

1. Bahagia dalam Kesederhanaan

Via Istimewa

Pernah mendengar istilah “money can’t buy happiness”? Istilah yang memiliki arti bahwa uang bukanlah segalanya itu benar-benar ditunjukkan dalam Keluarga Cemara. Sikap Abah ketika mendadak jatuh miskin namun masih bisa bercanda dengan istri dan anak-anaknya menjadi buktinya. Contoh lain yang lebih jelas ada pada sosok Ara, si bungsu yang sangat ceria.

Karakter yang diperankan oleh aktris cilik Widuri Puteri ini digambarkan selalu mengambil sisi positif dari apa yang dia alami. Bahkan, saat keluarganya bangkrut, Ara malah senang karena bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Abah. Tentunya, hal tersebut membuktikan bahwa hidup sederhana bukan menjadi alasan buat enggak bahagia. Sesederhana apa pun keadaan kalian sekarang, selama  hidup bersama orang-orang yang disayangi, pastinya kalian bakal merasakan kebahagiaan tersebut.

 

2. Pantang Menyerah dalam Menghadapi Tantangan Hidup

Via Istimewa

Umumnya, ketika seseorang kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya, pasti mereka akan nge-down. Bahkan, akan sulit rasanya buat mengembalikan semangat yang ada pada diri sendiri. Demikian pula yang dirasakan Abah ketika kehilangan seluruh hartanya dalam satu hari.

Meski demikian, Abah langsung berusaha untuk mendapat pekerjaan lain agar bisa menghidupi keluarganya. Karakter yang diperankan oleh Ringgo ini pun enggak malu-malu bekerja sebagai kuli bangunan dan tukang ojek daring yang tentunya bertolak belakang banget dengan profesi sebelumnya. Sifat gigih dan pantang menyerah yang dimiliki oleh Abah tentunya bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Keluarga Bukan Tanggung Jawab Ayah Doang

Via Istimewa

Mengetahui keadaan suaminya yang bangkrut, Emak tetap setia dan enggak mau meninggalkan Abah. Emak bahkan enggak pernah mengeluh dan menyalahkan Abah atas situasi yang menimpa keluarganya tersebut. Malahan, Emak ikut membantu Abah untuk mencari uang dengan berjualan opak.

Dari karakter yang diperankan Nirina ini, kalian bisa belajar bahwa sebenarnya sebuah pernikahan bukan selalu jadi tanggung jawab bagi cowok semata sebagai kepala keluarga. Keluarga itu ibarat sebuah kapal di tengah laut, seluruh awaknya harus bekerja sama dan saling mendukung agar kapal tersebut bisa berlayar. Jadi, bukan hanya ayah yang harus berusaha membangun rumah tangga, tapi juga ibu beserta anggota keluarga lainnya.

 

4. Lebih Bersyukur dengan Keadaan yang Ada

Via Istimewa

Perkembangan karakter Euis yang diperankan oleh Zara JKT48 benar-benar diperlihatkan dalam film ini. Proses pendewasaan Euis diceritakan secara apik. Berawal dari kurang suka dengan situasi yang menimpa keluarganya, Euis pada akhirnya lebih bisa mensyukuri keadaan yang ada. Euis bahkan ikut membantu menjual opak yang dibuat Emak di sekolahnya.

Meskipun pada awalnya minder saat berjualan,Euis menjadi lebih percaya diri berkat bantuan dari teman-temannya. Hal tersebut jugalah yang membuat Euis lebih menerima keadaannya. Tentunya, hal ini bisa jadi pelajaran supaya kalian lebih bisa bersyukur atas masalah yang ada di hidup kalian. Siapa tahu, hal yang lebih baik akan datang kalian ikhlas menghadapi perkara tersebut.

5. Pentingnya Sosok Keluarga

Via Istimewa

Pelajaran terakhir yang bisa dipetik dari Keluarga Cemara tentunya adalah nilai kekeluargaan. Seberat apa pun masalah yang dihadapi, kalau ada keluarga di samping kita, pasti bakal lebih mudah buat dilewati. Hal ini terbukti dengan perjuangan Abah dan keluarganya yang tetap solid meskipun dilanda berbagai masalah.

Lirik “harta yang paling berharga adalah keluarga” yang menjadi soundtrack serial TV-nya pun bukanlah sekadar susunan kalimat tanpa makna. Lirik legendaris tersebut benar-benar dibuktikan dalam film ini. Enggak ada hal yang lebih berharga daripada keluarga. Soalnya, jika ada masalah berat dan enggak ada siapa-siapa untuk membantu, kalian selalu bisa kembali ke keluarga.

***

Itulah sejumlah pelajaran kehidupan yang bisa dipetik dari Keluarga Cemara. Apakah ada pesan moral lain yang kalian pelajari dari film tersebut? Jangan ragu buat berbagi pendapat, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.