7 Film Horor Alien Rating Buruk yang Enggak Bikin Takut

-Film horor kadang dipadukan dengan tema alien.
-Salah satu film horor alien rating buruk di bawah ini ada yang masuk nominasi Oscar.

Seperti yang kita ketahui, film yang mengusung genre horor dapat dipadukan dengan berbagai macam tema lainnya. Mulai dari horor-komedi, horor-supernatural, hingga horor-jagal yang menciptakan kengerian penontonnya dengan cara membangun rasa ngilu. Nah, menariknya lagi, film horor juga ada yang menggabungkan tema tentang alien dan tentunya cocok buat kalian yang juga suka film berlatar luar angkasa.

Film horor dengan tema tersebut umumnya menghadirkan teror mengerikan dari para alien dengan wujud yang tentunya menyeramkan. Namun, hal ini enggak berlaku bagi film horor-alien rating buruk yang justru terkesan konyol dan gagal membuat ngeri.

Nah, di bawah ini KINCIR bakal membahas deretan film horor-alien rating buruk. Yuk, simak!

1. Critters 2: The Main Course (1988)

Via istimewa

Critters 2: The Main Course ini dibintangi lagi oleh Terrence Mann, Don Keith Opper, dan Scott Grimes yang kembali memerankan karakternya masing-masing. Latar waktu dari film ini pun hanya berselang dua tahun setelah kejadian di bagian akhir film pertamanya. Kali ini, mereka kembali menghadapi ancaman dari alien bernama Critter ketika kumpulan telur dari makhluk kecil tersebut mulai menetas dan siap meneror manusia.

Sayangnya, film horor alien yang satu ini mendapatkan ulasan yang jauh lebih buruk ketimbang film pertamanya. Pasalnya, Critters (1986) masih mendapatkan skor sebesar 55% di Rotten Tomatoes, sedangkan sekuelnya hanya mampu meraih nilai 27%. Bahkan, Critters 2 juga mengalami kerugian dengan hanya meraup penghasilan 3,8 juta dolar (sekitar Rp54,8 miliar) dari modal produksinya yang sejumlah 4 juta dolar (sekitar Rp57,7 miliar).

2. Alien 3 (1993)

Via istimewa

Dengan skor sebesar 44% di Rotten Tomatoes, Alien 3 menjadi film dengan nilai paling kecil dari keseluruhan waralaba Alien. Film yang menjadi debut penyutradaraan dari David Fincher ini dinilai membosankan dan enggak masuk akal. Sebab, para aliennya terlihat bisa dengan mudahnya menangkap manusia sehingga adegan kejar-kejaran yang ada di filmnya jadi mudah ditebak.

Terlepas dari ulasan buruk terhadap konsep ceritanya, film horor ini masih mampu meraih nominasi di ajang Oscar, loh. Hal ini didapatkan Alien 3 pada kategori “Efek Visual Terbaik.” Bahkan, salah satu kritikus ada yang menyebutkan bahwa Alien 3 merupakan film buruk dengan visual yang apik.

3. Event Horizon (1997)

Via istimewa

Sebenarnya, Event Horizon menghadirkan konsep yang cukup menarik dan berbeda ketimbang film horor bertema alien lainnya. Pasalnya, film ini berkisah tentang sekelompok astronot yang menemukan pesawat antariksa bernama Event Horizon yang sempat menghilang. Nah, di dalam pesawat tersebut ternyata ada sebuah alien tanpa wujud yang kemudian menyebabkan rentetan kejadian buruk sekaligus mengerikan.

Meskipun begitu, konsep menarik tersebut hanya mampu membuat Event Horizon mendapat nilai sebesar 27% di Rotten Tomatoes. Parahnya lagi, film ini hanya meraup pendapatan sejumlah 26 juta dolar (sekitar Rp375,7 miliar) dari modal produksi yang sebesar 60 juta dolar (sekitar Rp867 miliar). Oh ya, salah satu adegan di film ini juga ada yang harus dihapus oleh badan sensor Amerika Serikat saking mengerikannya.

4. Supernova (2000)

Via istimewa

Konsep yang dihadirkan dalam film horor bertema alien ini sebenarnya enggak terlalu berbeda dengan Event Horizon. Sebab, Supernova juga enggak secara langsung menampilkan sosok alien yang mengerikan. Alien tersebut dihadirkan dalam sebuah artefak yang diselundupkan dan kemudian membawa malapetaka bagi seluruh kru suatu pesawat antariksa.

Namun, lagi-lagi konsep tersebut gagal memikat perhatian dari kritikus film. Bagaimana enggak, Supernova hanya mendapat nilai 10% di Rotten Tomatoes dan skor ‘D’ pada situs CinemaScore. Kerugian yang dialami oleh film horor ini pun jauh lebih parah ketimbang Even Horizon, yakni sekitar 89 juta dolar atau sekitar Rp1,2 triliun.

5. Alien vs. Predator (2004)

Via istimewa

Berbeda dengan beberapa film sebelumnya yang menampilkan teror alien terhadap umat manusia, film horor ini lebih menyajikan aksi pertarungan antara alien dengan predator. Kisahnya pun berfokus pada sekelompok ilmuwan yang terjebak dalam pertarungan kedua makhluk mengerikan tersebut di sebuah piramida.

Film horor bertema alien ini pun mendapatkan nominasi sebagai “Film Terburuk” di ajang Fangoria Chainsaw Awards dan hanya meraih skor sebesar 21% di Rotten Tomatoes. Meskipun begitu, Alien vs. Predator masih bisa meraup pendapatan sebesar 177,4 juta dolar (sekitar Rp2,5 triliun) dari modal produksi yang ‘hanya’ 60 juta dolar (sekitar Rp867 miliar).

6. Aliens vs Predator – Requiem (2007)

Via istimewa

Setelah mendapatkan ulasan buruk di film pertamanya, waralaba ini pun mencoba merilis sekuel dengan harapan bakal lebih baik ketimbang sebelumnya. Namun, kenyataannya film horor ini malah meraih nominasi sebagai “Kekecewaan Terbesar Tahun Ini” pada acara Golden Schmoes Awards 2007 serta skor yang hanya 12% di Rotten Tomatoes.

7. Apollo 18 (2011)

Via istimewa

Film horor ini mengangkat kisah misi Apollo 18 ke Bulan yang sebenarnya batal dilaksanakan. Namun, dalam film ini misi tersebut tetap dijalankan dan mengakibatkan astronot yang terlibat dalam perjalanan ini menghilang. Tim penyelemat yang kemudian datang ke Bulan pun menemukan rekaman video yang menampilkan para astronot Apollo 18 sedang diteror oleh alien yang menyamar menjadi bebatuan Bulan.

Kebanyakan kritikus pun menganggap Apollo 18 meniru film Blair Witch Project (1999) dan Paranormal Activity (2007) karena menggunakan konsep found footage. Namun, Apollo 18 justru dianggap membosankan dan enggak memberikan ketegangan yang berarti. Makanya, film horor alien ini hanya meraih skor 23% di Rotten Tomatoes.

***

Nah, itulah deretan film horor alien rating buruk yang gagal bikin ketakutan. Apakah kalian tertarik untuk menonton salah satu film tersebut? Share pendapat kalian di bawah, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.