7 Adegan Film Hollywood yang Terinspirasi dari Lukisan

– Beberapa adegan film Hollywood bisa dihidupkan layaknya kisah dalam lukisan terkenal.
– Seberapa mirip lukisan dengan adegan film?

Mencari inspirasi untuk film memang bukan hal yang mudah. Terkadang, para kreator perlu menggali dunia seni dengan riset lebih dalam, seperti buku, kumpulan puisi, karya audio visual, hingga lukisan-lukisan legendaris tiap zaman.

Bicara soal lukisan, ternyata ada film yang salah satu adegannya terinspirasi dari karya seni tersebut. Selain menciptakan visual apik, adegan film yang diambil dari lukisan ini juga menambah kesan estetik. Lukisan yang terkenal pada zamannya pun “dihidupkan” kembali melalui film Hollywood di bawah ini.

Apa saja? Berikut adegan film Hollywood yang diadaptasi dan terinspirasi dari lukisan.

1. Film Dreams (1990) dari lukisan “Wheat Field with Crows” (1890)

Sutradara Jepang, Akira Kurosawa, menuangkan ambisi artistiknya dalam film Dreams yang diangkat dari mimpi-mimpi yang sering dialaminya sendiri. Dengan bantuan sutradara George Lucas dan Steven Spielberg, Kurosawa menggarap film yang terdiri dari delapan bagian dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari masa kecil, hal-hal spiritual, seni, kematian, hingga bencana.

Pada bagian kelima film yang bertajuk Crows yang berkisah tentang seorang pelajar seni yang “terdampar” dalam lukisan karya Vincent van Gogh. Di sini, Van Gogh menceritakan kisah hidupnya, terutama ketika dia kehilangan telinga kirinya. Namun, tiba-tiba anak tersebut kehilangan jejak Van Gogh dan akhirnya berusaha mencarinya melalui lukisan “Wheat Field with Crows” karya Van Gogh.

2. Film Cabaret (1972) dari lukisan “Portrait of the Journalist Sylvia von Harden” (1928)

Berlatar di Jerman semasa berkembangnya Nazi pada 1931, Cabaret mengisahkan pertemuan penyanyi kabaret Amerika, Sally Bowles (Liza Minnelli) dengan pria Inggris Brian Roberts (Michael York) yang akhirnya menjadi sepasang kekasih. Mengangkat isu seksualitas, korupsi, hingga ideologi Nazi, film garapan Bob Fosse ini berhasil menyabet 10 nominasi Oscar dan memenangkan 8 di antaranya.

Uniknya, dalam salah satu adegan di film ini, Fosse mereplika ulang lukisan “Portrait of the Journalist Sylvia von Harden” yang diciptakan Otto Dix pada 1928. Cuplikan adegan tersebut begitu akurat, mengingat latar film yang diambil memang di satu era dengan terciptanya masterpiece karya Otto Dix. Mulai dari gaya rambut, ekspresi, gestur tangan, gaun, hingga posisi duduk sang aktris benar-benar menyerupai lukisan tersebut.

3. Film Shirley: Visions of Reality (2014) dari lukisan karya Edward Hopper

Bukan hanya cuplikan adegan, film Shirley: Visions of Reality memang benar-benar mendasarkan konsep visual filmnya dari lukisan-lukisan karya pelukis realis asal Amerika, Edward Hopper. Sutradara Gustav Deutsch ini menghidupkan kembali 13 karya lukisan Hopper melalui film ini.

Semua visualnya benar-benar dibuat akurat menyerupai lukisan. Seperti, gambar di atas yang merupakan replika lukisan “Morning Sun” yang diciptakan Hopper pada 1952.

Lukisan Hopper lain yang dijadikan inspirasi adalah “New York Movie” yang diciptakannya pada 1939. Dengan alur yang menceritakan kisah Shirley (Stephanie Cumming), Deutsch mengajak para penontonnya mendalami pemikiran, emosi, dan renungan wanita Amerika di era 1930—1960. Visual apik yang diangkat dari lukisan-lukisan ini pun membuat Shirley: Visions of Reality semakin artistik.

4. Film Frida (2002) dari lukisan “Frida and Diego Rivera” (1931)

Film drama biopik atas kisah pelukis surealis asal Meksiko, Frida Kahlo, ini tentunya mengambil referensi visual dari karya sang pelukis sendiri. Film garapan Julie Taymor ini mengangkat kisah Frida Kahlo (Salma Hayek) ketika sebuah kecelakaan menimpanya hingga dia mengalami cedera seumur hidupnya. Ayahnya pun memberikan kanvas agar Frida bisa sambil melukis sambil menunggu dirinya pulih kembali.

Sepanjang film, beberapa adegan dimulai dari lukisan yang lama-lama memudar dan transisi ke adegan live action. Salah satu lukisan Kahlo yang dijadikan inspirasi adegan film ini adalah lukisan dirinya dengan sang suami dalam “Frida and Diego Rivera” yang diciptakannya pada 1931. Taymor cukup terampil dalam menghidupkan kembali lukisan tersebut melalui cuplikan-cuplikan adegan di filmnya.

5. Film Marie Antoinette (2006) dari lukisan “Napoleon Crossing the Alps” (1801)

Dengan genre drama-sejarah, film Marie Antoinette mengangkat kisah Ratu Marie Antoinette (Kirsten Dunst) yang memimpin kerajaan Perancis hingga terjadinya Revolusi Perancis. Seperti kisah aslinya, film ini diakhiri dengan anggota kerajaan yang harus menghadapi murka rakyat Perancis yang melakukan revolusi untuk menggulingkan mereka.

Dalam film ini, ada satu adegan menarik yang menggambarkan lukisan “Napoleon Crossing the Alps” karya pelukis Perancis, Jacques-Louis David. Adegan tersebut menggambarkan Napoleon dengan gagahnya menaiki kuda, sama seperti di lukisan yang dibuat pada 1801—1805 tersebut.

6. Film The Return (2003) dari lukisan “Lamentation of Christ” (1475-1490)

Tak ada hubungannya dengan kisah penderitaan Yesus, film The Return bercerita tentang dua anak Rusia yang ayahnya tiba-tiba kembali setelah 12 tahun tidak pulang. Sang ayah kemudian mengajak kedua putranya ke pulau terpencil untuk dites “kejantanannya” dengan harus menghadapi deretan kejadian mengerikan.

Dalam film yang berhasil memenangkan piala Golden Lion dalam Venice Film Festival ini, terdapat adegan yang menyerupai lukisan “Lamentation of Christ” karya Andrea Mantegna. Walaupun berbeda konteks, sutradara Andrey Zvyagintsev mengambil lukisan karya pelukis Italia tersebut sebagai inspirasi untuk menggambarkan adegan ketika sang ayah terbaring di kasurnya.

7. Film Inherent Vice (2014) dari lukisan “The Last Supper” (1490)

Dibintangi Joaquin Phoenix dan Josh Brolin, film Inherent Vice berhasil masuk dalam jajaran 10 film terbaik 2014 versi The National Board of Review. Film garapan Paul Thomas Anderson ini berkisah tentang detektif Larry “Doc” Sportello yang terlibat dalam dunia kriminal Los Angeles saat menyelidiki tiga kasus terkait mantan pacar dengan kekasih barunya.

Menariknya, dalam salah satu adegan, Anderson meniru lukisan populer “The Last Supper” yang diciptakan pelukis fenomenal Leonardo da Vinci pada 1490. Benar-benar mirip, cuplikan adegan tersebut menggambarkan acara makan bersama di meja panjang yang memang menyerupai lukisan karya da Vinci tersebut.

***

Lukisan juga bisa jadi inspirasi untuk adegan film yang lebih estetik. Hebatnya, para sineas di atas membuktikannya dengan menghidupkan kembali lukisan-lukisan karya pelukis ternama. Nah, dari daftar film tersebut, manakah yang menurut kalian paling mirip dengan lukisannya?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.