Kritikus Kurang Puas dengan PlayStation Classic, Mengapa?

Lo pastinya punya kerinduan, dong, buat mainin game PlayStation 1. Wajar aja, sih, soalnya nostalgia sedang jadi trend di industri kreatif saat ini. Kini, enggak hanya film dan video game aja yang di-remake. Konsol pun juga enggak mau ketinggalan ikut trend remake. Nah, belum lama ini, Sony telah merilis PlayStation Classic karena mengikuti trend “Konsol Klasik” yang pernah dilakukan oleh Nintendo.

Buat lo yang belum tahu, PlayStation Classic adalah konsol yang ukurannya lebih kecil dari versi orisinalnya dengan tambahan 20 game yang sudah tersedia. Dengan judul nostalgia seperti Tekken 3, Final Fantasy VII, dan Metal Gear Solid, tentunya sebuah konsol seharga Rp2 juta bisa langsung dimainkan pada televisi modern.

Via Istimewa

Sayangnya, Sony enggak bisa membangun hype yang sama dibandingkan dengan konsol NES dan SNES milik Nintendo. Para penggemar PlayStation justru mengkritik Sony karena tindakannya yang terlalu aji mumpung. Belum lagi persediaan game yang sangat terbatas dan adanya emulator open-source.

Beberapa review konsol PlayStation Classic sudah muncul dan hasilnya kurang memuaskan. IGN menilai Sony membuat PlayStation Classic dengan upaya yang minim. Jumlah pilihan gamenya dianggap terlalu sedikit, mengingat banyak game PS1 yang berjaya pada masanya. IGN menganggap PlayStation Classic lebih pantas menjadi hiasan dalam ruangan, khususnya untuk para kolektor.

Via Istimewa

The Verge menyayangkan Sony yang mengulangi kesalahannya Nintendo pada NES dan SNES. Kedua konsol Nintendo tersebut mengharuskan pemain untuk bergerak dan menekan tombol di konsol setiap kali mengganti game. Mereka berharap Sony menambahkan home button di controller yang bisa memudahkan pemain saat mengganti game.

Sebelum PlayStation Classic dirilis, Eurogamer pernah menyampaikan harapannya agar Sony bisa lebih sukses dengan kualitas emulator-nya. Soalnya, Sony telah sukses membawa emulator PS1 ke PSP, PS3, dan PS Vita. Namun, Eurogamer malah menemukan masalah frame rate setelah konsolnya dirilis. Game NTSC dan PAL yang ada di PlayStation Classic enggak sesuai dengan televisi zaman sekarang. Gambar pada game PAL jadi terlihat lambat, sedangkan gambar pada game NTSC bergerak patah-patah.

Apakah dengan berbagai penilaian ini membuat lo masih antusias membeli PlayStation Classic? Jangan lupa pantengin Kincir.com buat dapatin berbagai update seputar game lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.